Tekan Inflasi, Pemkab Tangerang Kembali Gelar Warteksi Gemilang dengan 8 Komoditas Bersubsidi

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 22:02 18 Nazwa

TANGERANG | BD — Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menggelar Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang sebagai salah satu langkah untuk mengendalikan laju inflasi sekaligus menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Program Warteksi Gemilang Triwulan III Tahun 2026 tersebut digelar di wilayah Kecamatan Panongan, Selasa (15/9/2026), dengan menyediakan delapan komoditas pangan bersubsidi. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turut memantau langsung pelaksanaan program tersebut.

Maesyal mengatakan, Warteksi merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Melalui program ini, pemerintah memberikan subsidi pada sejumlah kebutuhan pokok sehingga masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

“Alhamdulillah, kami bersama dengan Pak Asisten II, bersama dengan Bapak Kepala Dinas dan Staf Ahli, juga dengan Pak Camatnya, bahkan lurahnya juga hadir, untuk melaksanakan program tahunan, yaitu Warteksi atau Warung Tekan Inflasi tahun 2026,” ujar Maesyal.

Menurutnya, penyediaan kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan harga pangan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berjalan. Program tersebut sekaligus diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Pada pelaksanaan Triwulan III, terdapat delapan komoditas yang disediakan melalui Warteksi Gemilang. Komoditas tersebut meliputi beras premium kemasan 2 kilogram seharga Rp7.000, gula pasir Rp12.000, minyak goreng Rp13.500, bawang merah Rp20.000, bawang putih Rp20.000, cabai merah keriting Rp25.000, cabai rawit merah Rp50.000, dan cabai rawit hijau Rp30.000.

Harga bersubsidi tersebut membuat sejumlah komoditas dapat diperoleh masyarakat dengan selisih cukup besar dibandingkan harga pasar.

Maesyal mencontohkan komoditas beras premium. Untuk kemasan 2 kilogram, masyarakat hanya perlu membayar Rp7.000 melalui Warteksi, sementara harga yang disebutnya di pasaran mencapai Rp30.200.

“Beras premium 2 kilo yang harusnya dibeli masyarakat di pasaran Rp30.200, di sini hanya Rp7.000. Alhamdulillah, dengan program Warteksi ini bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, delapan komoditas tersebut dipilih karena merupakan kebutuhan pangan yang banyak dicari masyarakat. Pemkab Tangerang juga memastikan stok komoditas yang disediakan dalam pelaksanaan Warteksi Triwulan III mencukupi.

Subsidi untuk Kendalikan Inflasi

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menjelaskan bahwa subsidi yang diberikan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor yang membuat harga komoditas dalam Warteksi lebih terjangkau.

Menurutnya, besaran subsidi berbeda pada setiap komoditas, tetapi secara umum diberikan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih murah.

“Antusias warga luar biasa. Masing-masing harga ini subsidi dari pemerintah daerah bervariasi, tapi cukup besar. Seperti beras premium cukup dibayar Rp3.500 per kilo, kami jual di sini 2 kilo, jadi cukup dibayar masyarakat Rp7.000 saja,” ujar Resmiyati.

Ia menegaskan, Warteksi merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga sekaligus mengendalikan inflasi di Kabupaten Tangerang.

Dengan menyediakan komoditas pangan bersubsidi, pemerintah berupaya menjaga agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani kenaikan harga yang terlalu tinggi. Kebijakan tersebut juga diharapkan dapat mempertahankan daya beli masyarakat.

“Harapannya adalah yang pertama terjadi kestabilan harga. Kita tujuannya adalah menjaga inflasi, jadi kita harapkan dengan kegiatan ini harga tetap stabil dan terjangkau, serta daya beli masyarakat meningkat. Artinya, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok delapan komoditi ini dengan harga murah,” pungkasnya.

Ke depan, Pemkab Tangerang berencana menambah variasi komoditas dalam pelaksanaan Warteksi. Maesyal menyebut telur dan ayam potong menjadi sejumlah kebutuhan yang diupayakan dapat tersedia pada Triwulan IV.

Penambahan komoditas tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kemampuan keuangan daerah.

“Nanti kita usahakan di Triwulan IV bisa lebih bervariasi jenis kebutuhan pokok yang dijual oleh Warteksi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan sampai akhir tahun dan tahun berikutnya kita usahakan bisa bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA