Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Sekolah Gratis SD–SMP Swasta, MI dan MTs Menyusul

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Feb 2026 15:12 81 Nazwa

TANGERANG | BD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyatakan tekad kuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk menyelesaikan inisiatif pendidikan gratis di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) swasta, serta memastikan kesetaraan akses pendidikan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Maesyal Rasyid saat hadir dalam acara Silaturahmi, Konsolidasi, dan Kolaborasi Pengurus Yayasan Penyelenggara Pendidikan Swasta di seluruh Kabupaten Tangerang, yang diadakan oleh Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Tangerang di Balai Islamic Village, Kelapa Dua, pada Rabu (4/2/26).

“Inisiatif pendidikan gratis ini kami laksanakan secara bertahap. Setelah SD dan SMP swasta umum, kami berencana memperluasnya ke Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah. Ini memerlukan waktu, tetapi komitmen kami tidak tergoyahkan,” kata Bupati Maesyal Rasyid dengan tegas.

Dalam pidatonya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan dukungan Pemkab Tangerang terhadap pendidikan swasta sebagai elemen krusial dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Inisiatif pendidikan gratis secara bertahap untuk siswa SD dan SMP swasta umum, yang nantinya akan mencakup Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah, adalah salah satu cara kami mendukung pengelola pendidikan swasta,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Kabupaten Tangerang telah lebih awal menerapkan kebijakan yang selaras dengan arahan Presiden Republik Indonesia, terutama dalam hal kesetaraan akses pendidikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dialokasikan sekitar 25 persen.

“Meskipun ada penghematan anggaran dari pemerintah pusat, kami tetap teguh pada pendidikan. Pada 2027, kami akan meningkatkan alokasi anggarannya,” tambahnya.

Selain pendidikan gratis, Pemkab Tangerang juga mengimplementasikan program beasiswa untuk siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Pada 2025, sebanyak 235 anak telah mendapatkan beasiswa hingga jenjang sarjana (S1), dengan tujuan studi di dalam dan luar negeri, seperti Universitas Al-Azhar Kairo, Swiss German University, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan berbagai perguruan tinggi lainnya.

“Anak-anak yang sebelumnya tanpa asa, kini impian mereka terwujud. Ini meyakinkan kami bahwa investasi terbaik adalah di bidang pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan perhatian dan dukungan yang seimbang antara sekolah negeri dan swasta, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah serta peraturan yang berlaku.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya berbondong-bondong ke sekolah negeri. Sekolah swasta harus memiliki kualitas setara dan juga gratis, sehingga mutu pendidikan di daerah ini merata,” jelasnya.

Ia berharap melalui kerja sama dengan BMPS, tidak ada lagi anak di Kabupaten Tangerang yang terpaksa berhenti sekolah, sehingga kualitas sumber daya manusia meningkat dan rata-rata lama sekolah masyarakat bisa mencapai 12 hingga 13 tahun.

“Berdoalah agar kami semua tetap sehat, sehingga bisa melanjutkan komitmen ini. Jangan biarkan ada anak yang tidak bersekolah atau putus sekolah. Itu adalah tujuan besar kita bersama,” tutupnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA