Program Bedah Rumah Tangsel 2026 Sasar 329 Hunian Tidak Layak Huni

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Mei 2026 15:17 4 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan sebanyak 329 rumah tidak layak huni (RTLH) direnovasi melalui program bedah rumah pada tahun 2026.

Program yang dijalankan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Tangsel dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, ratusan rumah yang masuk dalam program bedah rumah dipilih berdasarkan hasil pengajuan warga, tingkat prioritas, dan kondisi bangunan yang dinilai sudah tidak layak dihuni.

“Untuk tahun ini kita rencanakan sebanyak 329 unit rumah di seluruh wilayah Tangsel yang akan dibedah berdasarkan pengajuan, sistem prioritas, dan tingkat kelayakan rumah,” ujar Benyamin.

Ia menjelaskan, program tersebut terus berjalan setiap tahun sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Kota Tangsel.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan, mulai dari atap bocor, dinding rapuh, hingga sanitasi yang kurang memadai.

“Sebagai wali kota saya prihatin masih ada warga yang tinggal di hunian yang tidak layak dari aspek kesehatan maupun keamanan bangunan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, setiap rumah penerima bantuan akan mendapatkan anggaran renovasi sekitar Rp75 juta. Rumah tersebut nantinya dibangun ulang mulai dari fondasi hingga atap agar lebih aman dan nyaman ditempati.

Benyamin menambahkan, sejak program bedah rumah diluncurkan pada 2012 lalu, Pemkot Tangsel telah memperbaiki sebanyak 2.901 rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni.

“Program ini akan terus dilanjutkan agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang sehat, aman, dan layak,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan RTLH, Tomasrullah, mengaku bersyukur rumahnya akhirnya masuk dalam daftar program bedah rumah tahun ini.

Ia mengungkapkan, selama bertahun-tahun keluarganya tinggal di rumah dengan kondisi yang jauh dari layak. Saat hujan turun, atap rumah sering bocor dan membuat penghuni rumah kesulitan beristirahat.

“Kalau hujan bocor. Malam-malam tikus suka masuk rumah. Tidur nggak tenang, ibadah juga nggak tenang. Alhamdulillah sekarang bisa dapat bantuan renovasi,” kata Tomasrullah. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA