Gaspol Atasi Pengangguran, Wakil Wali Kota Serang Agis Siapkan Program 3S dan Satu Keluarga Satu Pengusaha

waktu baca 3 menit
Kamis, 7 Mei 2026 16:54 3 Deni Kusuma

KOTA SERANGPemerintah Kota Serang terus mematangkan berbagai program strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan menyiapkan generasi muda yang mandiri serta siap bersaing. Salah satu langkah yang kini menjadi fokus utama adalah program 3S yakni Siap Kerja, Siap Kuliah, dan Siap Jadi Pengusaha yang digalakan Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia.

Program tersebut disiapkan sebagai solusi nyata untuk menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kota Serang. Melalui program ini, para pelajar akan diarahkan sejak dini agar memiliki tujuan yang jelas setelah lulus sekolah, baik melanjutkan pendidikan, masuk dunia kerja, maupun membangun usaha sendiri.

Agis mengatakan, Pemkot Serang ingin memastikan setiap anak muda memiliki kesempatan berkembang sesuai kemampuan dan minat masing-masing. Karena itu, pola pembinaan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan ekonomi saat ini.

“Pemkot Serang ingin anak-anak kita punya masa depan yang jelas. Ada yang ingin langsung bekerja, ada yang ingin kuliah, dan ada juga yang ingin menjadi pengusaha. Semua harus kita fasilitasi,” ujar Agis.

Ia menjelaskan, program 3S nantinya akan melibatkan sekolah-sekolah di Kota Serang agar proses pembinaan dan pemetaan potensi siswa bisa dilakukan sejak dini. Dengan begitu, siswa dapat dipersiapkan lebih matang sesuai jalur yang ingin mereka pilih setelah lulus.

Menurutnya, siswa yang memiliki minat langsung bekerja akan dibekali pelatihan hingga kesiapan menghadapi proses seleksi kerja sebelum menyelesaikan pendidikan. Langkah tersebut dilakukan agar lulusan sekolah di Kota Serang benar-benar siap terjun ke dunia kerja dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

Tidak hanya itu, Pemkot Serang juga tengah menyiapkan dukungan bagi siswa yang memiliki minat bekerja ke luar negeri. Mulai dari pelatihan kemampuan, pembekalan, hingga fasilitas penunjang akan dipersiapkan secara bertahap agar peluang kerja internasional bisa dimanfaatkan masyarakat Kota Serang.

“Kami ingin membuka peluang seluas-luasnya bagi anak-anak muda Kota Serang. Kalau ada yang ingin bekerja di luar negeri, maka harus dipersiapkan dari sekarang agar benar-benar siap dan memiliki kemampuan,” katanya.

Selain fokus pada pendidikan dan ketenagakerjaan, Pemkot Serang juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui program satu keluarga satu pengusaha. Program tersebut disiapkan sebagai langkah menciptakan kemandirian ekonomi dari tingkat rumah tangga.

Lewat program itu, setiap keluarga diharapkan memiliki minimal satu anggota yang menjalankan usaha produktif. Pemkot Serang meyakini semakin banyak pelaku usaha baru akan membuat roda ekonomi masyarakat bergerak lebih cepat sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru di lingkungan sekitar.

Agis menilai penguatan UMKM dan kewirausahaan menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi tantangan ekonomi kedepan. Karena itu, Pemkot Serang terus mendorong pelatihan usaha, pendampingan, hingga bantuan akses pemasaran bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis.

“Kalau setiap keluarga punya pengusaha, maka ekonomi masyarakat akan jauh lebih kuat. Kita ingin masyarakat Kota Serang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Ia memastikan program tersebut tidak hanya menjadi wacana, melainkan akan dijalankan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari sekolah, pelaku usaha, komunitas, hingga stakeholder lainnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemkot Serang berharap program 3S dan satu keluarga satu pengusaha mampu menjadi solusi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melahirkan generasi muda Kota Serang yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA