AHY Puji Penataan Kawasan Nelayan di Mauk, Dorong Hunian dan Ekonomi Berbasis Pesisir

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Apr 2026 15:56 48 Nazwa

TANGERANG | BD – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pujian atas program pembangunan rumah layak huni untuk warga nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (16/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerjanya ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang. Ia ditemani pejabat kementerian terkait, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Wakil Gubernur Banten.

Didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, AHY langsung memeriksa proyek rumah terintegrasi yang lahir dari kerjasama pemerintah pusat, daerah, dan swasta.

“Ini bukti kolaborasi efektif. Saya sangat menghargai inisiatif Pemkab Tangerang, terutama Bupati, yang menciptakan permukiman lebih baik dan rapi untuk nelayan,” kata AHY.

Ia menekankan bahwa pembangunan tak hanya soal tempat tinggal, tapi juga ekosistem ekonomi. Di Tanjung Anom, 110 unit rumah dibangun berkat kemitraan pemda dengan Habitat for Humanity dan koperasi lokal. Di Ketapang Aquaculture, 127 rumah diubah jadi kawasan hijau dan produktif.

“Kami pastikan area ini nyaman sekaligus menghasilkan. Nelayan bisa tingkatkan pendapatan, keluarga pun bisa olah ikan jadi produk bernilai tinggi,” tambahnya.

AHY juga inspeksi hutan mangrove di Ketapang, yang lindungi pantai dari abrasi, sekaligus potensial jadi wisata ekologi dan olahraga.

“Penanaman mangrove krusial untuk lawan perubahan iklim dan amankan pesisir. Nanti, bisa jadi objek wisata yang untungkan warga,” ujarnya.

Proyek ini bagian dari KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), didanai APBN, APBD, dan kolaborasi multisector untuk ubah kawasan kumuh.

Bupati Maesyal Rasyid tekankan komitmen Pemkab lanjutkan Gebrak Pakumis, target 1.000 rumah layak per tahun. Mereka akan wujudkan saran AHY, seperti breakwater, normalisasi sungai, dan fasilitas pendukung.

“Kami akan capai 1.000 rumah tiap tahun sampai semua warga punya tempat tinggal layak. Ini prioritas kesejahteraan,” tegasnya.

Ia harap kerjasama pusat-daerah-swasta jadikan Mauk contoh pembangunan berkelanjutan, yang perbaiki lingkungan, hunian, dan ekonomi pesisir.

“Semoga model ini jadi pola untuk kawasan pesisir lain: rumah layak, ramah lingkungan, dan dorong ekonomi warga,” tutupnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA