Ringankan Beban Orang Tua, Tangsel Alokasikan Bantuan Seragam Sekolah Lewat Dana Bosda

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Jun 2026 17:11 12 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai merealisasikan program bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP negeri pada tahun ajaran 2026/2027. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, khususnya saat memasuki masa penerimaan peserta didik baru.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan bantuan seragam diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat yang tidak hanya berkaitan dengan biaya sekolah, tetapi juga perlengkapan penunjang belajar.

Menurutnya, meski sekolah negeri telah menerapkan kebijakan pendidikan gratis, kebutuhan seragam masih menjadi salah satu pengeluaran yang cukup besar bagi sebagian orang tua, terutama yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.

“Pemerintah memahami bahwa setiap tahun ajaran baru ada biaya yang harus dipersiapkan keluarga. Karena itu kami mencoba hadir membantu melalui program bantuan seragam sekolah agar beban orang tua bisa lebih ringan,” ujar Pilar, Kamis (4/6/2026).

Program tersebut dibiayai melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan. Dana tersebut digunakan untuk menyediakan seragam batik dan pakaian olahraga bagi siswa yang menjadi sasaran program.

Pada tahap awal, bantuan diberikan kepada siswa kelas 1 SD, kelas 4 SD, dan kelas 7 SMP negeri. Pemilihan jenjang tersebut mempertimbangkan kebutuhan pergantian seragam yang umumnya terjadi seiring pertumbuhan fisik anak.

Pilar menjelaskan, Bosda selama ini berfungsi sebagai instrumen pemerintah daerah untuk melengkapi berbagai kebutuhan operasional pendidikan yang belum sepenuhnya terakomodasi melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat.

Melalui skema tersebut, Pemkot Tangsel berupaya memastikan dukungan pendidikan tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar di sekolah, tetapi juga menyentuh kebutuhan langsung peserta didik.

“Untuk tahap awal kami fokus pada bantuan seragam batik dan olahraga. Harapannya manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat, khususnya orang tua yang sedang mempersiapkan kebutuhan sekolah anak-anak mereka,” katanya.

Ia menambahkan, program bantuan seragam lahir dari berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya perlengkapan sekolah setiap awal tahun ajaran. Oleh karena itu, pemerintah daerah berupaya menjawab kebutuhan tersebut melalui kebijakan yang dapat memberikan dampak langsung kepada warga.

Ke depan, Pemkot Tangsel akan terus mengevaluasi pelaksanaan program tersebut sekaligus menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan daerah. Jika kondisi fiskal memungkinkan, cakupan bantuan pendidikan diharapkan dapat diperluas sehingga semakin banyak kebutuhan siswa yang dapat ditanggung pemerintah.

Dengan hadirnya bantuan seragam melalui Bosda, Pemkot Tangsel berharap akses pendidikan yang terjangkau tidak hanya diwujudkan melalui sekolah gratis, tetapi juga melalui dukungan terhadap kebutuhan dasar siswa dalam menjalani proses belajar di sekolah. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA