Pengurus RW 10 Cipayung memaparkan aplikasi posTen-Centre kepada tim penilai. Inovasi ini mengintegrasikan layanan keamanan, pelaporan darurat, dan komunikasi warga dalam satu sistem berbasis digital. (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | BD – Transformasi digital kini tidak hanya menyentuh sektor pemerintahan dan pelayanan publik, tetapi juga sistem keamanan lingkungan. Hal itu terlihat di Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) Perumahan Nerada RW 10, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang berhasil mengembangkan sistem keamanan berbasis aplikasi secara mandiri.
Inovasi tersebut menjadikan Poskamling RW 10 sebagai salah satu contoh penerapan keamanan lingkungan modern yang memadukan teknologi digital dengan budaya gotong royong masyarakat. Melalui aplikasi bernama posTen-Centre (Terhubung, Terintegrasi, Terpelihara), berbagai aktivitas pengelolaan keamanan kini dapat dilakukan secara lebih cepat, tertata, dan transparan.
Ketua RW 10 Cipayung, Mulyadi Widodo, mengatakan digitalisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan satuan keamanan lingkungan yang sebelumnya masih mengandalkan sistem manual.
“Administrasi peralatan, personel, penjadwalan hingga seluruh rekam tindakan keamanan sudah terdokumentasi dan tersistem dengan baik dalam satu aplikasi,” ujar Mulyadi, Kamis (4/6/2026).
Melalui aplikasi tersebut, warga dapat mengakses berbagai layanan keamanan lingkungan secara langsung. Salah satu fitur unggulannya adalah panic button, yang memungkinkan warga mengirimkan laporan darurat ketika terjadi kondisi mendesak seperti kebakaran, gangguan hewan berbisa, maupun kejadian lain yang membutuhkan penanganan cepat.
Laporan yang dikirim warga akan diteruskan kepada petugas terkait untuk segera ditindaklanjuti. Proses penanganan pun dapat dipantau secara real time sehingga meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang berjalan.
Tidak hanya berfungsi sebagai sarana keamanan, aplikasi posTen-Centre juga menjadi media komunikasi antara warga dan pengurus lingkungan. Warga dapat menyampaikan aspirasi, masukan, maupun usulan pembangunan wilayah, sementara pengurus RT dan RW dapat menyampaikan berbagai informasi penting secara langsung kepada masyarakat.
Menurut Mulyadi, penggunaan aplikasi tersebut masih tergolong baru karena baru diterapkan sekitar dua bulan terakhir. Meski demikian, manfaat yang dirasakan warga dinilai cukup signifikan sehingga berpotensi diterapkan di lingkungan lain.
“Kalau nanti bisa diterapkan di RW-RW lain, saya kira akan lebih bagus karena manfaatnya cukup besar bagi warga,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Ciputat Timur, Bambang Askar Sodiq, menilai inovasi digital yang diterapkan Poskamling RW 10 menjadi bukti bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan tanpa menghilangkan nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas siskamling.
Menurutnya, keberadaan aplikasi tidak menggantikan sistem ronda dan perangkat keamanan tradisional seperti kentongan, melainkan menjadi pelengkap untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan pelayanan kepada warga.
“Tujuan akhirnya adalah masyarakat merasa aman dan nyaman di rumahnya sendiri. Partisipasi warga sangat terasa karena mereka terlibat langsung dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, konsep Poskamling RW 10 saat ini tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mencakup ketahanan pangan, layanan kesehatan, penanganan kedaruratan, pemberdayaan UMKM, hingga pelayanan pengaduan warga.
Dengan pendekatan tersebut, Poskamling RW 10 dinilai mampu menghadirkan model keamanan lingkungan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap mempertahankan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia. (Idris Ibrahim)
Tidak ada komentar