
KOTA SERANG – Pemerintah Kota Serang atau Pemkot Serang terus mengakselerasi upaya penguatan ketahanan pangan dengan langkah konkret di sektor pertanian. Salah satu gebrakan yang kini digencarkan adalah peningkatan produksi padi hingga menembus 10 ton per hektar, dari capaian sebelumnya yang masih di bawah target tersebut.
Transformasi ini dilakukan melalui penerapan teknologi pertanian modern, salah satunya penggunaan Alat Tanam Benih Langsung (Atabela). Inovasi ini memungkinkan proses tanam padi lebih rapat, efisien, serta mampu menghemat waktu, tenaga kerja, dan penggunaan benih.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menegaskan bahwa sejumlah lahan sawah di wilayahnya kini tengah disiapkan sebagai pilot project dalam program swasembada pangan nasional. Kota Serang bahkan menjadi bagian dari proyek percontohan bersama 14 provinsi lain di Indonesia. 
“Produksi terus kita tingkatkan. Targetnya jelas, tembus 10 ton per hektar,” ujar Agis usai menghadiri tanam perdana Sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) Provinsi Banten di Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Banten Andra Soni, Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Husnain, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Agis, peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga diperkuat dengan penggunaan benih unggul, pemupukan yang tepat, serta pendampingan intensif kepada petani. Langkah ini diyakini mampu mendorong hasil panen lebih optimal.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Dengan hasil panen yang meningkat, pendapatan petani diharapkan ikut terdongkrak dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau ini berhasil, Kota Serang bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, tapi juga berpotensi menjadi lumbung pangan bagi daerah lain,” jelasnya.
Pemkot Serang pun akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai stakeholder guna memastikan program berjalan maksimal. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menghadirkan inovasi sekaligus menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian.

Dengan strategi tersebut, Kota Serang optimistis dapat menjadi daerah percontohan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Program ini juga selaras dengan visi pembangunan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang dalam mewujudkan “Serang Hijau” dan “Serang Makmur”.
Sementara itu, Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Husnain, mengungkapkan bahwa program tanam padi rapat saat ini tengah digalakkan secara serentak di 14 provinsi di Indonesia.
“Ke depan, jika proyek percontohan ini berhasil, akan kita perluas ke berbagai daerah lainnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Gubernur Banten Andra Soni yang mengaku optimistis dan menantikan hasil panen di Kota Serang dapat mencapai target 10 ton per hektar.
Tidak ada komentar