Dilirik Dua Kampus Besar, Agis Diminta Jadi Dosen Praktisi UPI dan Pertamina University

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 16:26 15 Deni Kusuma

KOTA SERANGWakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, mendapat kehormatan sekaligus peluang baru di dunia akademik. Ia ditawari menjadi dosen praktisi di dua perguruan tinggi ternama, yakni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Pertamina University.

Penawaran tersebut mencuat dalam pertemuan antara pihak kampus dan Pemerintah Kota Serang di Puspemkot Serang. Kedua institusi menilai pengalaman Agis di bidang pemerintahan dan kewirausahaan menjadi bekal kuat untuk dibagikan kepada mahasiswa.

Nama Agis dinilai layak karena rekam jejaknya sebagai pengusaha muda yang berhasil, hingga kiprahnya di dunia politik yang mengantarkannya menjabat sebagai Wakil Wali Kota Serang periode 2024–2029. Selain itu, komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan kota menjadi nilai tambah tersendiri.

Saat dikonfirmasi, Agis membenarkan tawaran tersebut.

“Iya benar, untuk mengajar sebagai dosen praktisi di Kampus UPI dan Pertamina University,” ujarnya.

Rektor UPI, Didi Sukyadi, turut mengonfirmasi hal tersebut. Ia menyebut, Agis memenuhi kriteria sebagai dosen praktisi karena memiliki pengalaman nyata di lapangan.

“Sebagai dosen praktisi, kami menawarkan beliau untuk menjadi pengajar di UPI,” kata Didi.

Menurutnya, kehadiran dosen praktisi sangat penting untuk memberikan wawasan langsung kepada mahasiswa. Tidak hanya teori, mahasiswa juga bisa mendapatkan gambaran nyata dari pengalaman para profesional dan pejabat publik.

Jika menerima tawaran tersebut, Agis diharapkan dapat berbagi pengalaman terkait tugasnya di pemerintahan serta perjalanan kariernya di dunia usaha, sehingga mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa.

Didi menambahkan, sistem dosen praktisi memungkinkan fleksibilitas waktu, dengan jadwal mengajar yang umumnya dilakukan satu hingga dua kali dalam satu semester.

Penawaran ini menjadi langkah strategis dalam menjembatani dunia akademik dan praktik, sekaligus memperkaya kualitas pembelajaran dengan pengalaman langsung dari para pemangku kebijakan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA