Mata Merah Tak Selalu Sepele, Kenali Gejala Konjungtivitis dan Kapan Harus ke Dokter

waktu baca 4 menit
Kamis, 20 Agu 2026 10:59 10 Nazwa

SERANG | BD — Mata merah kerap dianggap sebagai keluhan ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Padahal, kondisi tersebut bisa disebabkan berbagai faktor, mulai dari konjungtivitis hingga gangguan mata yang membutuhkan penanganan medis segera.

Tak sedikit masyarakat yang memilih membeli obat tetes mata secara bebas ketika mengalami mata merah, berair, gatal, atau terasa tidak nyaman. Padahal, penggunaan obat tanpa mengetahui penyebabnya justru dapat memperburuk kondisi, terutama jika mata merah merupakan tanda penyakit yang lebih serius.

Salah satu penyebab mata merah yang paling umum adalah konjungtivitis. Kondisi ini terjadi ketika konjungtiva, yaitu selaput tipis dan transparan yang melapisi bagian putih bola mata serta permukaan dalam kelopak mata, mengalami peradangan.

Konjungtivitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi virus, reaksi alergi, maupun iritasi akibat bahan kimia dan lingkungan. Karena penyebabnya beragam, penanganannya pun tidak dapat disamaratakan.

Bahaya Mengobati Mata Merah Sembarangan

Dokter Spesialis Mata Bethsaida Hospital Serang, dr. Rina Wulandari, Sp.M, M.Ked.Klin, mengatakan salah satu kesalahan yang cukup sering ditemui adalah pasien menggunakan obat tetes mata yang mengandung steroid tanpa resep dokter.

Penggunaan obat tersebut dilakukan karena pasien menganggap mata merah sebagai keluhan biasa. Padahal, mata merah belum tentu disebabkan konjungtivitis dan dapat menjadi tanda penyakit mata yang lebih serius.

“Kesalahan yang paling sering ditemui adalah pasien menggunakan obat tetes steroid tanpa resep untuk mata merah yang ternyata penyakitnya lebih serius. Tidak hanya menggunakan obat sembarangan, banyak pula pasien yang menggunakan air sirih dan berbagai herbal lainnya,” ujar dr. Rina dilansir Kamis, (20/9).

Menurutnya, penggunaan obat maupun bahan tertentu tanpa mengetahui penyebab mata merah dapat memperburuk kondisi. Dalam kasus tertentu, kondisi tersebut bahkan dapat berujung pada kehilangan penglihatan secara permanen.

“Mengetahui sebab mata merah yang dialami adalah kunci penanganan yang benar,” tegasnya.

Kenali Gejala Konjungtivitis

Konjungtivitis menyebabkan pembuluh darah pada konjungtiva melebar sehingga mata tampak merah atau merah muda. Kondisi tersebut dapat disertai sejumlah gejala lain.

Gejala yang umum ditemukan antara lain mata berair, rasa gatal, serta keluarnya kotoran mata. Tingkat dan jenis gejala dapat berbeda bergantung pada penyebab konjungtivitis.

Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan langsung menyimpulkan bahwa setiap mata merah merupakan konjungtivitis biasa.

Pemeriksaan diperlukan apabila keluhan menetap, semakin berat, atau disertai gejala yang mengarah pada gangguan mata yang lebih serius.

Kapan Mata Merah Harus Diperiksakan?

Penanganan konjungtivitis bergantung pada jenis dan penyebabnya. Sebagian kasus dapat membaik dengan sendirinya, sementara kasus lainnya membutuhkan pemeriksaan dan terapi dari dokter.

Segera periksakan diri ke dokter spesialis mata apabila mata merah disertai:

1. Nyeri yang signifikan, bukan sekadar rasa tidak nyaman.

2. Penglihatan mulai buram atau kabur.

3. Mata sangat sensitif terhadap cahaya.

4. Kotoran mata berlebihan.

5. Keluhan terjadi pada bayi atau anak.

6. Memiliki riwayat operasi mata.

7. Menggunakan lensa kontak.

Khusus pengguna lensa kontak, mata merah perlu mendapat perhatian lebih karena dapat berkaitan dengan infeksi pada kornea yang membutuhkan penanganan segera.

Cara Mencegah Konjungtivitis

Jika disebabkan oleh infeksi, konjungtivitis dapat menular. Menjaga kebersihan tangan dan menghindari kebiasaan menyentuh atau mengucek mata menjadi langkah penting untuk mencegah penularan.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum menyentuh area mata.

2. Tidak berbagi handuk, bantal, maupun kosmetik mata dengan orang lain.

3. Menghindari kebiasaan mengucek mata.

4. Memisahkan peralatan pribadi dari anggota keluarga yang mengalami konjungtivitis akibat infeksi.

5. Bagi pengguna lensa kontak, mematuhi jadwal penggantian lensa serta petunjuk penggunaannya.

6. Selalu mencuci tangan sebelum memasang atau melepas lensa kontak.

7. Jika konjungtivitis disebabkan alergi, mengenali dan menghindari alergen yang menjadi pemicu.

dr. Rina mengatakan konjungtivitis umumnya dapat ditangani dengan baik apabila penyebabnya diketahui dan mendapatkan terapi yang sesuai.

“Konjungtivitis yang ditangani dengan benar dan tepat waktu hampir selalu sembuh tanpa meninggalkan komplikasi. Situasi menjadi berbahaya ketika pasien mengobati sendiri dengan herbal atau obat yang tidak sesuai, karena bisa mengubah kondisi yang seharusnya ringan menjadi masalah yang sangat serius,” jelasnya.

Layanan Kesehatan Mata di Bethsaida Hospital Serang

Untuk konsultasi dan penanganan konjungtivitis maupun kondisi mata lainnya, dr. Rina Wulandari, Sp.M, M.Ked.Klin, tersedia di Bethsaida Hospital Serang.

Dokter Rina memiliki keahlian khusus di bidang infeksi dan imunologi mata.

Direktur Bethsaida Hospital Serang, dr. Tirta Mulya Juandy, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan perhatian terhadap setiap keluhan kesehatan mata, termasuk keluhan yang kerap dianggap sepele oleh masyarakat.

“Kehadiran dr. Rina dengan keahlian khususnya di bidang infeksi dan imunologi mata adalah bagian dari upaya kami menghadirkan layanan spesialistik yang selama ini mungkin hanya tersedia di pusat kota besar. Kami ingin masyarakat Serang dan Banten bisa mengakses perawatan mata terbaik tanpa harus pergi jauh,” pungkasnya.

Mata merah memang tidak selalu menunjukkan kondisi serius. Namun, mengenali penyebabnya dan mengetahui kapan harus mendapatkan pemeriksaan medis menjadi langkah penting agar keluhan tidak berkembang menjadi gangguan penglihatan yang lebih berat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA