Wartawan senior Aat Surya Safaat (kanan) menerima buku Sejarah Peradaban Islam langsung dari penulisnya, Sekjen MUI Buya Dr. Amirsyah Tambunan, M.A. (kiri), di Gedung MUI, Jakarta Pusat, pada 18 Agustus 2026. Penyerahan buku tersebut berlangsung sehari sebelum peluncuran dan bedah buku yang mengangkat tema fenomenal tentang sejarah dan peradaban Islam. (Dok. Humas MUI)JAKARTA | BD — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar bedah buku Sejarah Peradaban Islam karya Sekretaris Jenderal MUI, Dr. Amirsyah Tambunan, M.A., di Aula Buya Hamka, Gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Perpustakaan MUI bersama Islamic Dakwah Fund (IsDF) MUI tersebut dirangkaikan dengan peluncuran buku yang mengulas perjalanan panjang peradaban Islam, mulai dari masyarakat Arab pra-Islam hingga dinamika dunia Islam di era modern.
Buku tersebut dibedah oleh Ketua MUI Bidang Kajian, Prof. Dr. H. Utang Ranuwijaya, M.A., dan Ketua Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Zakiya Darojat, M.A. Diskusi dipandu Wakil Sekjen MUI Bidang Seni Budaya, Dr. H. Erick Yusuf, S.Sy., M.Pd.
Acara yang diketuai Wakil Sekjen MUI Bidang Hukum, Dr. M. Ihsan Tanjung, S.Ag., S.H., M.H., M.Si., tersebut dibuka Wakil Ketua Umum MUI, KH M. Cholil Nafis, Ph.D.
Dalam sambutannya, KH Cholil Nafis mengapresiasi Amirsyah yang tetap produktif menulis di tengah kesibukannya sebagai Sekjen MUI sekaligus pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
“Di tengah kesibukannya sebagai Sekjen MUI dan pengajar, Buya Amirsyah masih sempat menulis buku yang fenomenal. Kita doakan semoga Buya Amirsyah segera menjadi guru besar,” ujar KH Cholil.
Amirsyah mengatakan, mempelajari sejarah peradaban Islam bukan sekadar menghafal rangkaian peristiwa dan tokoh, melainkan perjalanan untuk memahami keagungan, dinamika, serta tantangan yang dihadapi umat Islam dari masa ke masa.
Ia berharap pembaca dapat menangkap ruh atau semangat zaman dari setiap periode sejarah yang dibahas sehingga mampu mengambil pelajaran yang relevan untuk menghadapi tantangan masa kini.
“Harapan terbesar saya, para pembaca mampu menangkap ruh atau semangat zaman dari setiap periode yang dibahas sehingga dapat mengambil pelajaran yang relevan untuk menghadapi tantangan zaman,” kata Amirsyah.
Buku setebal 403 halaman yang terdiri atas 14 bab itu mengajak pembaca menelusuri sejarah Islam secara sistematis, mulai dari kondisi masyarakat Arab pra-Islam, masa kerasulan Nabi Muhammad SAW, era Khulafaur Rasyidin, kejayaan dinasti-dinasti besar Islam, hingga pergulatan dunia Islam pada era modern.
Dengan pendekatan historis, analitis, dan kontekstual, buku tersebut tidak hanya membahas politik dan kekuasaan. Amirsyah juga mengulas perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, seni dan budaya, ekonomi, serta kontribusi peradaban Islam terhadap kemajuan dunia.
Menurut Amirsyah, sejarah harus ditempatkan sebagai sumber ibrah untuk membaca realitas masa kini dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Prof. Utang Ranuwijaya menilai buku Sejarah Peradaban Islam karya Amirsyah Tambunan memadai untuk dijadikan referensi dalam memahami sejarah peradaban Islam.
Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah aspek, antara lain kedalaman materi, sistematika pembahasan, serta penggunaan bahasa.
“Isinya daging melulu, sehingga pantas untuk menjadi referensi dalam memahami sejarah peradaban Islam,” ujar Prof. Utang.
Sementara itu, Dr. Zakiya Darojat mengatakan buku karya Sekjen MUI tersebut memetakan sejarah Islam secara kronologis dan holistik dalam 14 bab. Cakupan pembahasannya melintasi berbagai era, dari masa pra-Islam hingga periode modern.
Menurut Zakiya, buku tersebut juga memiliki relevansi dengan situasi kekinian. Sejumlah analogi yang digunakan Amirsyah dinilai mampu menghubungkan pembahasan sejarah dengan persoalan kontemporer.
“Analogi-analogi yang disampaikan Buya juga nyambung dengan situasi kekinian. Buku ini juga tidak Arab-sentris karena menyoroti peradaban Islam di Nusantara hingga tantangan dunia Islam di era modern dan kontemporer,” katanya.
Peluncuran dan bedah buku tersebut menjadi forum untuk melihat kembali perjalanan peradaban Islam sekaligus menggali nilai-nilai sejarah yang relevan dalam menghadapi tantangan umat di tengah perubahan zaman. (Ril/Red)
Tidak ada komentar