Pemkot Tangsel Dorong Headway Bus Pondok Cabe-Alam Sutera 15-20 Menit

waktu baca 3 menit
Kamis, 20 Agu 2026 20:37 1 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong layanan bus pada rute Pondok Cabe–Alam Sutera memiliki waktu tunggu penumpang yang singkat. Interval kedatangan atau headway kendaraan ditargetkan berada di kisaran 15 hingga maksimal 20 menit.

Target tersebut menjadi bagian dari persiapan layanan transportasi umum baru yang tengah dirancang untuk menghubungkan kawasan Pondok Cabe dengan Alam Sutera. Pemkot Tangsel menilai kepastian waktu kedatangan menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat tertarik beralih menggunakan transportasi umum.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, layanan tersebut masih berada dalam tahap persiapan, termasuk proses sosialisasi dan pemenuhan berbagai persyaratan sebelum memasuki masa uji coba.

Menurut Pilar, apabila layanan sudah berjalan, pengaturan waktu kedatangan kendaraan perlu diperhatikan agar penumpang tidak harus menunggu terlalu lama di sepanjang koridor.

“Kita harapkan headway-nya itu tidak terlalu lama, sekitar 15 sampai maksimal 20 menit,” kata Pilar, Kamis (20/8/2026).

Pilar menilai interval tersebut penting untuk menciptakan layanan yang lebih praktis bagi masyarakat. Dengan waktu tunggu yang terukur, masyarakat diharapkan dapat menjadikan transportasi umum sebagai pilihan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

Rencana layanan Pondok Cabe–Alam Sutera sendiri memiliki potensi penumpang karena menghubungkan kawasan permukiman dengan sejumlah pusat aktivitas masyarakat.

Namun, sebelum target waktu layanan tersebut diterapkan, Pemkot Tangsel masih perlu melakukan berbagai tahapan persiapan. Salah satunya menentukan titik pemberhentian kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Selain itu, penataan infrastruktur pendukung juga akan dilakukan setelah skema layanan ditetapkan. Pilar menyebut penataan dapat mencakup halte, bus stop, marka jalan, hingga berbagai fasilitas yang mendukung kelancaran operasional transportasi umum.

“Nanti kalau sudah fix, kita juga mau melakukan penataan sepanjang koridor, apakah halte, bus stop, marka jalan dan sebagainya,” ujarnya.

Pemkot Tangsel juga akan melakukan sosialisasi kepada berbagai pihak yang berada di sepanjang jalur layanan. Langkah tersebut melibatkan unsur kelurahan, kecamatan, sekolah, pengembang perumahan, pengurus RW, hingga pelaku usaha angkutan umum.

Sosialisasi diperlukan agar rencana layanan baru dapat disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus kondisi transportasi yang telah berjalan di koridor tersebut.

Setelah proses sosialisasi dan perizinan selesai, layanan bus Pondok Cabe–Alam Sutera direncanakan memasuki masa uji coba selama sekitar tiga bulan. Pada tahap awal, perusahaan transportasi akan mengoperasikan dua hingga tiga kendaraan jenis HiAce.

Selama uji coba, respons masyarakat akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk menentukan pola operasional, termasuk titik pemberhentian, waktu layanan, serta kebutuhan armada.

Apabila permintaan masyarakat menunjukkan angka yang tinggi, kapasitas layanan dapat ditingkatkan menggunakan kendaraan yang lebih besar, seperti bus 3/4.

Pemkot Tangsel juga membuka peluang memberikan subsidi apabila layanan tersebut membutuhkan dukungan pemerintah. Namun, kebijakan tersebut nantinya akan mempertimbangkan tingkat permintaan penumpang dan kemampuan masyarakat dalam menggunakan layanan.

“Kalau demand-nya tinggi, enggak perlu subsidi. Tapi kalau ternyata butuh subsidi, nanti kami sampaikan ke Pak Wali untuk kebijakan selanjutnya,” pungkas Pilar. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA