Solidaritas UMT untuk 5 Jurnalis Hilang saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

waktu baca 4 menit
Jumat, 11 Sep 2026 13:54 9 Nazwa

KOTA TANGERANG | BD — Solidaritas terhadap lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Anak Gunung Krakatau ditunjukkan Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) dengan menggelar doa bersama. Sivitas akademika UMT mendoakan agar kelima jurnalis segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Doa bersama berlangsung di sela-sela kegiatan BAITULARQOM yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan UMT di Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang, Jalan Perintis Kemerdekaan 1, Cikokol, Kota Tangerang, Jumat (11/9/2026).

Dalam suasana khidmat, para dosen dan tenaga kependidikan UMT memanjatkan doa bagi keselamatan lima jurnalis yang masih dalam pencarian. Doa juga ditujukan bagi seluruh personel SAR yang terlibat dalam operasi pencarian.

Plt. Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Dr. Warsito, M.Si., mengatakan doa bersama tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas keluarga besar UMT terhadap para jurnalis yang mengalami musibah ketika menjalankan tugas.

“Pada kesempatan ini, kami dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Tangerang turut prihatin atas musibah yang dialami lima jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan di kawasan Anak Gunung Krakatau,” kata Warsito.

Ia berharap proses pencarian berjalan lancar dan kelima jurnalis dapat segera ditemukan serta kembali berkumpul dengan keluarga.

“Kita bersama-sama mendoakan agar proses pencarian diberikan kemudahan oleh Allah SWT dan kelima jurnalis tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat serta kembali berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Warsito menilai keberadaan jurnalis di lapangan memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat, termasuk saat terjadi bencana atau kondisi darurat.

“Apa yang mereka lakukan adalah bagian dari tugas jurnalistik untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Tentu kita berharap keselamatan selalu menjadi yang utama,” katanya.

Ia juga menyampaikan dukungan moral kepada keluarga para jurnalis serta tim SAR yang masih melakukan pencarian.

“Mudah-mudahan tim SAR yang melakukan pencarian diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan, sehingga upaya pencarian dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” tutur Warsito.

Berangkat dari Carita

Berdasarkan informasi Basarnas yang dikutip detikNews, lima jurnalis tersebut sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Komunikasi terakhir antara rombongan dan jurnalis di Lampung tercatat sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus.

Kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri atas lima jurnalis, kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan seorang guide.

Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang yakni M Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu; dan Donal, jurnalis lepas (freelance).

Sementara tiga orang lainnya dalam rombongan adalah Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai guide.

Hilangnya rombongan tersebut kemudian memicu operasi pencarian dan pertolongan oleh tim SAR.

UMT Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik

Di tengah solidaritas terhadap lima jurnalis tersebut, UMT turut mengingatkan masyarakat mengenai risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik dari aktivitas Anak Gunung Krakatau.

Dekan Fakultas Kedokteran UMT, dr. Eni Nuraeni, M.Kes., mengatakan partikel abu vulkanik yang sangat kecil dapat masuk ke saluran pernapasan atas maupun bawah.

“Abu vulkanik yang menyebar dari aktivitas Anak Gunung Krakatau, karena partikelnya sangat kecil, dapat masuk ke saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun saluran pernapasan bawah. Kondisi ini tentunya dapat membahayakan kesehatan,” ujar Eni.

Karena itu, Eni mengingatkan masyarakat untuk mengikuti imbauan pemerintah, termasuk menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

“Pemerintah sudah menyarankan penggunaan masker. Ini penting sebagai salah satu upaya untuk mengurangi paparan abu vulkanik yang terhirup,” katanya.

Ia mengimbau keluarga besar UMT maupun masyarakat luas untuk menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah.

“Kami dari UMT mengimbau keluarga besar UMT maupun masyarakat luas untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti arahan pemerintah dan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan abu vulkanik,” ujarnya.

Menurut Eni, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Doa di Tengah Operasi Pencarian

Doa bersama tersebut menjadi simbol solidaritas UMT terhadap para jurnalis yang menghadapi risiko ketika menjalankan tugas jurnalistik di kawasan bencana.

UMT berharap operasi pencarian segera membuahkan hasil. Kelima jurnalis diharapkan dapat ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali kepada keluarga.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik informasi yang diterima masyarakat dari wilayah bencana, terdapat para jurnalis yang menghadapi risiko keselamatan saat berada di lapangan.

Bagi UMT, solidaritas dan doa menjadi bentuk dukungan kemanusiaan bagi para jurnalis, keluarga mereka, serta seluruh personel SAR yang hingga kini masih berupaya menemukan keberadaan rombongan tersebut. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA