Cegah HIV dan IMS pada Remaja, Dinkes Kabupaten Tangerang Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah

waktu baca 3 menit
Jumat, 11 Sep 2026 13:08 14 Nazwa

TANGERANG | BD — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk mencegah penularan HIV dan infeksi menular seksual (IMS) pada remaja. Penguatan edukasi kesehatan reproduksi dan pendampingan di lingkungan sekolah dinilai penting untuk membangun pemahaman remaja sekaligus mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV).

Upaya tersebut dilakukan melalui Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor yang digelar Dinkes Kabupaten Tangerang di Vega Hotel, Gading Serpong, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini melibatkan sekitar 80 peserta dari sektor kesehatan, dunia pendidikan melalui Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) tingkat SMP, serta berbagai elemen masyarakat.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Dewi Yuliana Lestari, M.K.M., mengatakan langkah promotif dan preventif perlu diperkuat sejak usia remaja.

“Melalui koordinasi lintas sektor ini, kami berharap terbangun komitmen bersama untuk memperluas jangkauan informasi kesehatan reproduksi yang benar dan ramah remaja,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, sekolah dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar edukasi mengenai kesehatan reproduksi dapat diterima remaja secara tepat dan tidak menimbulkan stigma.

“Keterlibatan aktif sekolah dan lingkungan sekitar sangat krusial demi mewujudkan generasi muda yang sehat, sekaligus membangun empati guna menghapus stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV),” katanya.

Sekolah Dinilai Strategis

Lingkungan sekolah menjadi salah satu sektor yang dinilai strategis dalam upaya pencegahan HIV dan IMS. Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta program pengembangan karakter didorong untuk berperan aktif membangun pemahaman dan keterampilan hidup sehat pada siswa.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto, S.T., mengatakan risiko pada remaja membutuhkan penanganan yang melibatkan berbagai instansi.

Menurutnya, pendidikan karakter dan mental peserta didik perlu menjadi perhatian dalam membentuk generasi yang sehat dan hebat.

“Seluruh pihak harus meningkatkan pemahaman dan kontribusi sesuai kewenangannya. Dengan komitmen bersama ini, program pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang dapat berjalan optimal, menaikkan kesadaran siswa, serta menekan risiko penularan secara signifikan,” ungkap Dedy.

Libatkan Pendidikan dan Masyarakat

Pertemuan lintas sektor tersebut menghadirkan Aria Ahmad Mangunwibawa, S.Psi., M.Si., M.Pd., dari UPT Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten sebagai narasumber utama.

Aria menyampaikan materi mengenai upaya “Membangun Anak Indonesia Hebat yang Sehat, Cerdas, Berkarakter, dan Produktif”.

Selain itu, Tim Dinkes Kabupaten Tangerang memaparkan situasi terkini. Edukasi dasar mengenai HIV dan IMS disampaikan dr. Tri Widia Ningsih, dengan dipandu Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang sebagai moderator.

Dinkes Kabupaten Tangerang berharap koordinasi tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Forum ini diharapkan menjadi pijakan bagi kolaborasi berkelanjutan antara Puskesmas, sekolah, KPA Kabupaten Tangerang, dan lembaga pendamping masyarakat seperti KDS Bougenville Sehati.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan satuan pendidikan yang edukatif, sehat, dan protektif bagi remaja di Kabupaten Tangerang.

Dengan demikian, upaya pencegahan HIV dan IMS tidak hanya bertumpu pada sektor kesehatan, tetapi juga diperkuat melalui edukasi, pendampingan, serta keterlibatan aktif lingkungan pendidikan dan masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA