Pilar Saga Ajak Warga Manfaatkan Pos Gizi untuk Cegah Risiko Stunting

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Okt 2026 12:30 5 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengajak masyarakat memanfaatkan keberadaan pos gizi sebagai sarana memperoleh edukasi dan pendampingan kesehatan, terutama untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan anak-anak guna mencegah risiko stunting.

Menurut Pilar, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan aktif keluarga dalam memperhatikan asupan gizi sejak masa kehamilan. Karena itu, keberadaan pos gizi di lingkungan masyarakat diharapkan dapat membantu warga memahami pentingnya pola makan bergizi serta menerapkan kebiasaan hidup sehat.

Ajakan tersebut disampaikan Pilar saat meresmikan Pos Gizi Kepiting di RW 01, Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Senin (19/10/2026), dalam kegiatan Peluncuran Pos Gizi Tahun 2026.

Pilar menjelaskan, program pos gizi telah berjalan sejak 2023 dan menjangkau seluruh kecamatan di Kota Tangerang Selatan. Pada 2026, Pemkot Tangsel juga berencana membangun tujuh pos gizi untuk memperluas edukasi mengenai pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan anak.

“Jadi, program pos gizi ini sudah ada di semua kecamatan se-Tangsel. Program ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2023. Pada 2026 ini, kita akan membangun tujuh pos gizi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi bagi anak maupun ibu hamil,” ujar Pilar.

Pos Gizi Bantu Keluarga Memahami Kebutuhan Nutrisi

Pilar menekankan, pos gizi tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan makanan tambahan bergizi, tetapi juga sarana bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebutuhan nutrisi ibu hamil dan anak-anak.

Melalui program tersebut, kader kesehatan dan tenaga medis dapat memberikan pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi. Upaya ini diharapkan membantu masyarakat mengenali pentingnya asupan nutrisi yang seimbang dalam mendukung pertumbuhan anak.

Ia mengingatkan bahwa pemenuhan gizi perlu diperhatikan sejak 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Karena itu, orang tua perlu memperhatikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak, bukan hanya jumlahnya. Kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi yang kurang seimbang serta makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan juga perlu dihindari.

“Anak-anak kita harus mendapatkan makanan bergizi dan menerapkan pola hidup sehat supaya tumbuh kembangnya baik. Kalau anak-anak sehat, badannya kuat, dan otaknya cerdas, mereka akan lebih mudah menerima pelajaran di sekolah,” kata Pilar.

Pencegahan Stunting Membutuhkan Kepedulian Bersama

Pilar menegaskan, upaya mencegah stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran keluarga, kader kesehatan, dan tenaga medis diperlukan agar pemenuhan gizi serta edukasi kesehatan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Ia pun mendorong masyarakat untuk aktif mencari informasi dan memanfaatkan layanan yang tersedia apabila menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

Menurutnya, kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendekatkan program pemerintah kepada masyarakat. Selain memberikan edukasi, kader turut membantu menjangkau keluarga yang membutuhkan pendampingan terkait kesehatan ibu dan anak.

Pilar mengapresiasi para kader yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program pos gizi di lingkungan masing-masing. Ia berharap semangat mereka dalam mendampingi masyarakat terus terjaga sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas.

“Jangan bosan-bosan mengurus anak-anak masyarakat kita dan keluarga yang membutuhkan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan para kader menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA