Dua mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Essa Riyanto dan Bintang Nur Alif, berpose usai menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Tangerang dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026). (Foto: Ist) KOTA TANGERANG | BD — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang tergabung dalam Cisadane Benteng Team meraih Juara 2 Kategori Endurance pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XIV Tingkat Nasional 2026. Atas prestasi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi itu dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).
Kompetisi yang berlangsung pada 21–25 September 2026 di Politeknik Negeri Bandung tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik.
Prestasi Cisadane Benteng Team diwakili oleh Essa Riyanto (24212010054) dan Bintang Nur Alif (25212010052), mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UMT. Keduanya terlibat dalam pengembangan mobil listrik yang diuji melalui kategori Endurance, dengan penilaian yang berfokus pada efisiensi penggunaan energi selama kompetisi.
Bintang Nur Alif mengaku senang atas pencapaian tersebut setelah melalui proses perancangan dan pengembangan kendaraan yang membutuhkan upaya serta kerja keras tim.
“Tentu saja kami merasa senang atas pencapaian ini. Karya yang sudah kami rancang dengan susah payah akhirnya membuahkan hasil,” ujar Bintang.
Menurutnya, salah satu keunggulan mobil listrik Cisadane Benteng Team terletak pada efisiensi penggunaan energi. Dalam kategori Endurance, tim dituntut mengembangkan kendaraan yang mampu menggunakan energi sehemat mungkin.
“Keunggulan mobil listrik yang kami buat adalah kemampuannya mengeluarkan energi dengan cukup hemat dibandingkan mobil listrik lainnya. Kategori ini memang berfokus pada bagaimana kendaraan yang dibuat peserta dapat menggunakan energi sehemat mungkin,” jelasnya.
Meski berhasil meraih prestasi di tingkat nasional, Bintang mengungkapkan bahwa tim menghadapi sejumlah tantangan selama proses pengembangan kendaraan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala yang mengharuskan tim mengatur pengeluaran dan menyesuaikan kebutuhan komponen.
Selain itu, tim juga menghadapi tantangan teknis, mulai dari mengoptimalkan efisiensi energi baterai dan memastikan keandalan komponen hingga menyelesaikan perakitan serta pengujian kendaraan sesuai waktu yang tersedia.
Atas apresiasi yang diberikan Pemerintah Kota Tangerang, Bintang menyampaikan rasa bangganya. Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi tim untuk terus mengembangkan inovasi kendaraan listrik.
“Kami bangga atas apresiasi yang telah diberikan Pemerintah Kota Tangerang. Semoga hal tersebut dapat menjadi semangat bagi Cisadane Benteng Team ke depannya,” katanya.
Ke depan, Cisadane Benteng Team berencana melakukan riset lebih mendalam untuk mengevaluasi kekurangan kendaraan yang dikembangkan pada kompetisi tahun ini. Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar perbaikan agar tim dapat meningkatkan performa kendaraan dan bersaing pada lebih banyak kategori.
“Tentunya kami akan melakukan riset yang lebih mendalam. Kekurangan mobil listrik Cisadane Benteng Team tahun ini akan kami jadikan bahan evaluasi agar ke depannya bisa menjadi juara umum di semua kategori,” pungkas Bintang.
Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa UMT lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi di bidang teknologi, sekaligus memperkuat daya saing generasi muda dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. (Ril/Red)
Tidak ada komentar