Abraham Garuda Laksono Fokus Pembinaan Atlet Muda untuk Soekarno Cup 2026

waktu baca 2 menit
Selasa, 12 Mei 2026 14:47 12 Nazwa

TANGERANG | BD — Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Abraham Garuda Laksono, menaruh perhatian serius terhadap pembinaan atlet muda sepak bola sebagai persiapan menghadapi Soekarno Cup 2026 di Jawa Timur. Menurutnya, ajang tersebut harus menjadi momentum lahirnya generasi baru sepak bola Banten yang memiliki kualitas, karakter, dan mental bertanding kuat.

Setelah melewati tahapan tryout pada April 2026, para pemain muda kini menjalani fase seleksi dan pembinaan intensif sejak 11 Mei 2026 di Stadion Mini Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Program itu disiapkan untuk membentuk skuad terbaik Banten sekaligus memperkuat regenerasi atlet sepak bola usia muda secara berkelanjutan.

Pembinaan dipimpin oleh Wiganda Saputra, pelatih yang pernah membawa Persita Tangerang promosi ke Liga 1. Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknik, disiplin, serta mental kompetitif para pemain muda yang diproyeksikan tampil di Soekarno Cup 2026.

Di tengah proses pembinaan itu, Abraham Garuda Laksono terlihat aktif memantau perkembangan para atlet. Ia menilai sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana membangun masa depan generasi muda.

“Anak-anak muda Banten punya potensi besar. Mereka hanya membutuhkan ruang, pembinaan, dan kepercayaan agar bisa berkembang maksimal. Karena itu kami ingin proses menuju Soekarno Cup ini benar-benar menjadi tempat lahirnya pemain muda yang siap bersaing,” ujar Abraham, Selasa, 12 Mei 2026.

Sebagai figur muda di lingkungan politik Banten, Abraham menilai pembinaan olahraga harus dilakukan secara serius dan konsisten. Menurutnya, investasi terbesar daerah terletak pada pembangunan kualitas generasi mudanya.

“Sepak bola mengajarkan disiplin, kerja keras, solidaritas, dan mental pantang menyerah. Nilai-nilai itu yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak muda Banten agar mereka punya mimpi besar dan percaya diri untuk bersaing dengan pemain dari daerah lain,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Soekarno Cup 2026 tidak boleh dipandang sekadar turnamen semata, melainkan sebagai bagian dari proses panjang membangun ekosistem pembinaan atlet muda di Banten.

“Kalau pembinaan dilakukan secara serius, saya yakin Banten tidak akan kekurangan talenta sepak bola. Dari lapangan-lapangan kecil inilah nanti lahir pemain-pemain hebat yang membanggakan daerah,” tambahnya.

Melalui rangkaian pembinaan tersebut, DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten berharap Soekarno Cup 2026 menjadi ruang pembentukan generasi emas sepak bola Banten yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki karakter dan semangat sportivitas tinggi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA