Ajang TTG Kabupaten Tangerang 2026 Hadirkan Inovasi Cerdas, Pelajar Jadi Motor Utama

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Apr 2026 21:50 23 Nazwa

TANGERANG | BD – DPMPD Kabupaten Tangerang secara resmi meluncurkan Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat kabupaten untuk tahun 2026. Kegiatan yang memamerkan ide-ide kreatif dari inovator daerah ini digelar di Gedung Serba Guna Tigaraksa, pada Rabu (15/4/2026).

Pembukaan dilakukan oleh Sekda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang mewakili bupati. Ia menyoroti peran krusial inovasi berbasis masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi desa.

“Teknologi Tepat Guna menghubungkan kebutuhan rakyat dengan kemajuan sains, dengan fokus pada efisiensi. Kami harap alat-alat yang ditampilkan hari ini bisa langsung dipakai petani untuk panen lebih cepat, UMKM untuk pengemasan produk lebih baik, serta ibu rumah tangga untuk pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri,” kata Sekda Soma.

Tahun ini, peserta pelajar mendominasi dengan teknologi IoT inovatif. Contohnya, SIPETA yang memantau pH tanah dan merekomendasikan tanaman secara otomatis. Sorotan khusus jatuh pada inovasi dari Kecamatan Pasar Kemis.

Naura Atanaya Aji dan Sabriya Belfaira, siswi SMA Islam Terpadu Auladi Islami, mempresentasikan BEI (Bio Energy in IoT Hydroponics). Sistem hidroponik pintar ini sepenuhnya pakai tenaga surya dan otomatisasi nutrisi.

“BEI otomatis menyesuaikan nutrisi via sensor—jika kurang, alat tambah sendiri hingga ideal. Pemantauan jarak jauh lewat website memudahkan pengelola, bahkan saat bepergian ke luar kota,” ungkap Naura dan Sabriya.

Kepala DPMPD, H. Yayat Rohiman, menyebut lomba diikuti 21 alat TTG dan 4 Posyantek dari 15 kecamatan seperti Tiga Raksa, Sepatan, Kemiri, Jayanti, Legok, Panongan, Sukamulya, Pagedangan, Cisauk, Pakuhaji, Teluknaga, Jambe, Mekarbaru, dan Kresek.

Jumlah peserta memang lebih sedikit ketimbang tahun sebelumnya karena bersamaan dengan Ujian Akhir Semester, tapi kualitas tetap unggul—seperti Bio-Casta, juara provinsi 2025. Yayat menekankan kolaborasi Triple Helix (pemerintah, akademisi, swasta) agar prototipe berlanjut ke produksi massal.

Pemenang kabupaten akan lanjut ke tingkat provinsi Banten, dengan Kabupaten Tangerang berpeluang jadi tuan rumah tahun ini. “BRIN akan bimbing hasil lomba agar produknya legal, berkelanjutan, dan merata. Kami harap industri tangkap peluang ini untuk manfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Yayat.

Lomba ini memperkuat ekosistem inovasi mandiri di Kabupaten Tangerang, menjadikan teknologi alat praktis untuk kesejahteraan dan ekonomi warga. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA