Dorong UMKM Go Digital, KKN Kelompok 11 UIN Banten Bantu 10 Pedagang di Lebak Miliki QRIS

waktu baca 2 menit
Minggu, 9 Agu 2026 21:50 17 Nazwa

LEBAK | BD — Kelompok 11 KKN UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan transaksi digital melalui program pendataan sekaligus pembuatan QRIS bagi pedagang di sejumlah wilayah.

Kegiatan yang berlangsung pada 28–30 Juli 2026 tersebut dilakukan dengan mendatangi pelaku UMKM secara langsung. Mahasiswa menjelajahi sejumlah wilayah di Kecamatan Cileles, termasuk Desa Cikareo, hingga menjangkau wilayah Kecamatan Gunung Kencana.

Beragam jenis usaha menjadi sasaran kegiatan, mulai dari tiga pedagang bakso, pedagang ketoprak, pedagang martabak, warung makan, hingga warung kelontong. Mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan mengenai QRIS, tetapi juga membantu pedagang menyelesaikan proses pembuatan hingga kode QR siap digunakan.

Mahasiswa KKN Kelompok 11 UIN SMH Banten bersama pelaku usaha menunjukkan QRIS yang telah berhasil dibuat dalam program pendataan dan pendampingan UMKM di sejumlah wilayah Lebak. Hingga 29 Juli 2026, sebanyak 10 pelaku UMKM telah dibantu mendapatkan QRIS sebagai salah satu upaya mendorong transaksi digital di kalangan pelaku usaha. (Foto: Dok. Pribadi)

Koordinator kegiatan, Amelia Septiani, mengatakan program tersebut dilakukan untuk membantu pelaku UMKM mengenal sekaligus memanfaatkan sistem pembayaran digital secara lebih mudah.

“Kami tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga membantu proses pembuatan QRIS secara langsung. Jadi, setelah proses administrasinya selesai, QRIS kami cetak dan laminasi agar pedagang bisa langsung menerimanya dan menggunakannya,” ujar Amelia.

Hingga 29 Juli 2026, sebanyak 10 pelaku UMKM telah dibantu mendapatkan QRIS. Proses administrasi dilakukan melalui layanan merchant pada aplikasi DANA maupun GoPay Merchant.

Setelah proses pendaftaran selesai, mahasiswa mencetak kode QRIS dan melakukan laminasi. Dengan begitu, pedagang tidak perlu lagi mengurus proses pencetakan secara mandiri dan dapat langsung memiliki media pembayaran digital untuk melayani transaksi pelanggan.

Koordinator lainnya, Mohammad Rijal Faizal, turut terlibat dalam pelaksanaan pendataan dan pendampingan kepada para pelaku usaha yang ditemui selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, Kelompok 11 KKN UIN SMH Banten dipimpin oleh Mohamad Sabihis.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam memperkenalkan digitalisasi kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM. Melalui penggunaan QRIS, pedagang memiliki alternatif pembayaran non-tunai yang dapat memudahkan transaksi dengan pelanggan.

Selain membantu 10 UMKM yang telah berhasil dibuatkan QRIS, kegiatan dilanjutkan pada 30 Juli 2026 untuk menjangkau pelaku usaha lainnya yang belum sempat didatangi.

Program ini diharapkan dapat membantu semakin banyak pelaku UMKM memahami dan memanfaatkan pembayaran digital, sekaligus mendorong mereka untuk mengikuti perkembangan pola transaksi masyarakat yang semakin beragam. (Ril)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA