Anggota Komisi IV DPRD Kota Serang Cahya Fierdaus (kiri) bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang Ahmad Nuri (kanan)KOTA SERANG – Komisi IV DPRD Kota Serang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembangunan dan revitalisasi infrastruktur pendidikan di Kota Serang, khususnya untuk jenjang SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Serang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, representatif, sekaligus memiliki nilai estetika dan budaya di sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Serang, Chahya Fierdaus menegaskan bahwa pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah merupakan kebutuhan yang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kualitas sarana dan prasarana pendidikan memiliki cukup pengaruh terhadap kenyamanan proses belajar mengajar dan semangat siswa dalam menempuh pendidikan.
Karena itu, pihaknya memastikan DPRD Kota Serang melalui Komisi IV siap memberikan dukungan penuh terhadap penganggaran dan percepatan pembangunan sekolah yang saat ini terus dijalankan Pemkot Serang melalui Dindikbud.
“Kami dari Komisi IV mendukung perbaikan-perbaikan dan rehab gedung sekolah demi menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM),” ujar Cahya, Senin (18/6/2026).
Politisi Partai Gerindra itu menilai, pembangunan infrastruktur pendidikan bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Serang.
Menurutnya, sekolah yang layak dan nyaman akan menciptakan suasana belajar yang lebih efektif dan kondusif sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Selain itu, Cahya juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan sekolah agar seluruh siswa di Kota Serang mendapatkan fasilitas pendidikan yang sama baiknya. Ia berharap revitalisasi tidak hanya terpusat di beberapa sekolah saja, tetapi menyentuh seluruh wilayah secara bertahap.
“Kalau sarana sekolah baik, tentu akan berdampak terhadap kenyamanan siswa dan kualitas pendidikan juga semakin meningkat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri menjelaskan bahwa jumlah sekolah rusak di Kota Serang terus berkurang seiring dilaksanakannya revitalisasi secara bertahap oleh pemerintah daerah.
“Yang rusak tadinya ada 50. Tapi sekarang, sudah ada revitalisasi kemarin 20, sekarang 10. Tinggal sedikit lagi, dan tidak rusak parah,” kata Nuri.
Ia mengungkapkan, selain fokus pada rehabilitasi ruang kelas, pihaknya juga mulai melakukan penataan lingkungan sekolah, termasuk pembangunan pagar sekolah agar tampilan sekolah lebih tertata dan memiliki identitas budaya yang kuat.
Menurut Nuri, keberadaan pagar sekolah tidak hanya berfungsi sebagai unsur keamanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menghadirkan nilai estetika dan budaya di lingkungan pendidikan.
Dengan penataan yang baik, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu mencerminkan karakter pendidikan Kota Serang yang tertib, nyaman, dan berbudaya.
“Supaya nilai estetik dan budayanya semakin muncul di sana,” jelasnya.
Pemkot Serang, lanjut Nuri, juga terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan lainnya sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Serang.
Peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar sehari-hari.
Dengan dukungan DPRD Kota Serang dan percepatan revitalisasi yang terus dilakukan Dindikbud, sekolah-sekolah di Kota Serang diharapkan semakin baik, nyaman, modern, dan memiliki identitas budaya yang kuat. Pemerintah pun optimistis pembangunan infrastruktur pendidikan akan membawa dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan di Kota Serang.
Tidak ada komentar