Dukung Program Nasional, Bupati Tangerang Ikut Tanam Jagung Hibrida Serentak

waktu baca 3 menit
Minggu, 8 Mar 2026 12:36 21 Nazwa

TANGERANG | BD – Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid bersama jajaran Forkopimda menanam bibit jagung hibrida secara serentak di Desa Ranca Iyuh, Kecamatan Panongan, pada Sabtu (7/3/26).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tanam Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang terpusat di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, dengan kehadiran langsung Kapolri dan diikuti secara virtual oleh jajaran di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa penanaman jagung hibrida merupakan langkah proaktif dalam menghadapi dinamika situasi global, termasuk konflik internasional yang mengganggu rantai pasok ekspor-impor dan mengancam ketersediaan pangan dunia.

“Dunia sedang menghadapi berbagai konflik yang berdampak pada perekonomian dan distribusi pangan. Kita juga harus bersiap menghadapi potensi musim panas ekstrem. Karena itu, kemandirian pangan menjadi keharusan. Kami menggandeng para pelaku usaha dan industri agar ekonomi tetap terjaga dan risiko PHK bisa ditekan,” ujar Maesyal Rasyid.

Ia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Daerah, Polri, TNI, Kejaksaan, dan DPRD dalam menjaga serta meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, baik melalui program tanam padi dan jagung hibrida maupun pengembangan komoditas pertanian lainnya.

“Dengan keberlanjutan program tanam padi bersama TNI dan jagung hibrida bersama Polri, saya yakin kebutuhan pangan masyarakat tetap aman di tengah tekanan ekonomi global,” katanya.

Bupati juga mengundang para pemilik lahan di Kabupaten Tangerang untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan produktif yang belum digarap, melalui kerja sama dengan masyarakat dan kelompok tani. Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada pemilik lahan, Edi Setiawan, yang telah membuka akses lahannya untuk digarap petani.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemilik lahan, seperti Pak Edi Setiawan, yang bersedia lahannya dimanfaatkan. Ini menjadi berkah; daripada dibiarkan kosong, lebih baik ditanami jagung oleh kelompok tani. Hasilnya bisa dijual atau dikonsumsi untuk meningkatkan gizi masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, ia memberikan penghargaan kepada Kapolresta Tangerang dan seluruh jajarannya atas inisiatif dan inovasi dalam program penanaman jagung hibrida yang dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Tangerang.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengapresiasi terobosan Pak Kapolres dan jajaran dalam mendukung ketahanan pangan. Semoga dengan ketahanan pangan yang kuat, masyarakat semakin sehat dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik,” ujarnya menutup sambutan.

Pada kesempatan yang sama, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. M. Indra Waspada menjelaskan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan wujud implementasi program Asta Cita Presiden RI. Di wilayah hukum Polresta Tangerang yang meliputi 19 kecamatan, pihaknya akan menambah luas lahan tanam pada kuartal pertama tahun ini.

“Saat ini kami menjalankan program satu desa dua hektar, dan pada kuartal ini ada penambahan dua hektar lagi di setiap kecamatan. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar target swasembada pangan dapat tercapai,” kata Indra Waspada.

Ia menambahkan, jagung hibrida dipilih karena diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak nasional, sehingga hasil panennya tidak diperdagangkan secara bebas, melainkan disalurkan melalui mekanisme resmi.

“Hasil panen jagung hibrida ini akan kami laporkan dan distribusikan ke Bulog untuk ditampung. Ini merupakan tanggung jawab bersama, TNI-Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat, guna memastikan ketersediaan pangan tetap aman,” jelasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA