Gelar TTG Banten 2026 Resmi Ditutup, Kota Cilegon Raih Juara Umum

waktu baca 4 menit
Kamis, 3 Sep 2026 16:21 10 Nazwa

TANGERANG | BD — Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Banten 2026 resmi berakhir. Setelah berlangsung selama dua hari pada 2–3 September 2026 di Eco Plaza Citra Raya, Kabupaten Tangerang, ajang yang mempertemukan beragam inovasi masyarakat dari kabupaten/kota se-Banten tersebut menetapkan Kota Cilegon sebagai Juara Umum.

Predikat tersebut menjadi capaian penting bagi Kota Cilegon dalam ajang yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan teknologi tepat guna berbasis kebutuhan lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan Cilegon sebagai juara umum tidak terlepas dari kiprah para inovatornya di sejumlah kategori yang diperlombakan. Salah satunya ditunjukkan melalui ECOVAPE Wood, inovasi rekayasa kayu sintetis ramah lingkungan berbasis limbah pertanian yang berhasil meraih Juara 1 kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh Muhammad Alfa Rifal dengan memanfaatkan jerami sebagai bahan untuk menghasilkan material menyerupai kayu sintetis. Karya tersebut menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam gelaran TTG tahun ini.

Inovasi Limbah Pertanian Jadi Sorotan

Gubernur Banten Andra Soni memberikan perhatian khusus terhadap ECOVAPE Wood. Menurutnya, inovasi yang memanfaatkan limbah pertanian tersebut memiliki peluang untuk terus dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

“Alhamdulillah hari ini saya menghadiri penutupan Gelar Teknologi Tepat Guna berbasis dari desa. Pelaksanaan ini adalah agenda rutin tahunan untuk memberi ruang kepada masyarakat, baik masyarakat desa maupun umum, dalam berinovasi menciptakan teknologi tepat guna,” ujar Andra Soni.

Ia menilai pemanfaatan jerami menjadi kayu sintetis merupakan salah satu contoh inovasi yang menarik karena mengubah bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi produk bernilai guna.

“Ada beberapa yang menarik bagi saya, salah satunya pemanfaatan jerami menjadi kayu sintetis dari anak-anak muda Cilegon. Insya Allah nanti bisa dikembangkan,” katanya.

Menurut Andra, pengembangan teknologi tepat guna perlu terus didorong agar karya masyarakat tidak berhenti pada kompetisi, melainkan dapat berkembang menjadi solusi yang benar-benar digunakan.

“Saya berharap kegiatan ini ke depan lebih serius, lebih meriah, dan melibatkan lebih banyak teknologi tepat guna karya masyarakat desa kita,” ucapnya.

Cilegon Unggul di Tengah Persaingan Daerah

Gelar TTG Banten 2026 mempertemukan inovator dari berbagai wilayah di Provinsi Banten. Mereka berkompetisi dalam tiga kategori utama, yakni Inovasi Teknologi Tepat Guna, Produk Unggulan Teknologi Tepat Guna, serta Posyantek Berprestasi.

Pada kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna, Kota Cilegon menjadi yang terbaik melalui ECOVAPE Wood. Posisi kedua ditempati Kota Tangerang Selatan dengan Smart Hub Inovasi, sedangkan Kabupaten Lebak meraih posisi ketiga melalui Aplikasi Elektronik POSYANDU.

Sementara itu, pada kategori Produk Unggulan Teknologi Tepat Guna, Juara 1 diraih Kabupaten Tangerang melalui Genset Mini Portable (GEMPI). Kota Cilegon menempati posisi kedua melalui Badui Natural Cosmetic, sedangkan Kabupaten Pandeglang berada di posisi ketiga dengan Kompor Bahan Bakar Oli Bekas.

Pada kategori Posyantek Berprestasi, Kabupaten Tangerang menjadi Juara 1 melalui Posyantek Buaran Jati. Kota Cilegon kembali mencatatkan prestasi dengan menempati posisi kedua melalui Posyantek Harapandeno dan posisi ketiga melalui Posyantek Kelurahan Pabean.

Rangkaian capaian tersebut turut memperkuat posisi Kota Cilegon hingga akhirnya ditetapkan sebagai Juara Umum Gelar TTG Tingkat Provinsi Banten 2026.

Dorong Teknologi Tepat Guna Naik Kelas

Penutupan Gelar TTG Banten 2026 turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang Yayat Rohiman, jajaran pejabat daerah, serta para inovator dari seluruh kabupaten/kota di Banten.

Gubernur Banten Andra Soni berharap gelaran tersebut dapat menjadi ruang yang semakin besar bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Menurutnya, teknologi tepat guna memiliki posisi penting karena lahir dari persoalan yang dihadapi masyarakat dan diarahkan untuk memberikan solusi secara langsung.

Karena itu, inovasi yang telah dipamerkan dan memenangkan kompetisi diharapkan tidak berhenti setelah acara ditutup. Pengembangan, pendampingan, hingga pemanfaatan produk menjadi bagian penting agar teknologi tersebut dapat memberikan dampak yang lebih panjang.

Lanjut ke Tingkat Nasional

Selain mendapatkan penghargaan di tingkat Provinsi Banten, para pemenang Gelar TTG 2026 selanjutnya memiliki kesempatan membawa nama Banten ke tingkat nasional.

Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang Yayat Rohiman menjelaskan, para pemenang dari kategori yang dilombakan akan menjadi perwakilan Banten pada ajang Gelar TTG tingkat nasional.

“Nanti pemenang ini akan menjadi duta Banten untuk melangkah ke tingkat nasional,” jelas Yayat.

Dengan ditetapkannya Kota Cilegon sebagai Juara Umum, Gelar TTG Banten 2026 menunjukkan ketatnya persaingan inovasi antardaerah. Beragam karya yang ditampilkan juga memperlihatkan bahwa teknologi tepat guna tidak selalu harus hadir dalam bentuk teknologi kompleks, tetapi dapat berangkat dari persoalan sederhana dan potensi yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Prestasi Kota Cilegon melalui inovasi berbasis pemanfaatan limbah pertanian menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas masyarakat dapat diarahkan menjadi teknologi bernilai guna. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk saat dibawa ke ajang tingkat nasional. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA