Humanis! May Day 2026 di Tangerang Diisi Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama

waktu baca 3 menit
Jumat, 1 Mei 2026 11:21 7 Nazwa

TANGERANG | BD — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Tangerang berlangsung dengan nuansa berbeda. Mengusung pendekatan humanis, Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar tasyakuran, doa bersama, serta santunan anak yatim di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, Kamis malam (30/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, ini mengangkat tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja.” Momentum tersebut menjadi ajang mempererat sinergi antara pemerintah daerah, pekerja, serikat buruh, dan dunia usaha dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.

Rangkaian peringatan May Day tahun ini sengaja dikemas berbeda melalui kegiatan religius dan sosial. Selain tasyakuran bersama, pemberian santunan kepada anak yatim menjadi simbol kepedulian sosial sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dalam perjuangan pekerja.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang, di antaranya Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Sekretaris Daerah Soma Atmaja, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Rudi Lesmana. Turut hadir pula unsur Forkopimda dan perwakilan serikat pekerja tingkat perusahaan se-Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi guna mendorong kemajuan industri, kesejahteraan pekerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita tidak hanya menciptakan stabilitas, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi kemajuan daerah, industri, dan kesejahteraan pekerja,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peringatan May Day bukan sekadar momentum penyampaian aspirasi pekerja, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk membangun dunia kerja yang lebih adil dan manusiawi.

Menurutnya, buruh memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah. Di balik setiap capaian ekonomi, terdapat tenaga, pikiran, dan dedikasi para pekerja.

Bupati juga menyoroti pentingnya hubungan industrial yang harmonis, tidak hanya untuk menghindari konflik, tetapi juga membangun dialog terbuka, saling menghargai, serta mencari solusi bersama.

“Hubungan industrial yang harmonis ini bukan hanya tentang menghindari konflik, namun juga membangun dialog, saling menghargai, dan mencari solusi bersama agar tercipta stabilitas yang membuka peluang lebih besar bagi semua pihak,” jelasnya.

Ia turut mengapresiasi peran buruh dan serikat pekerja yang telah berkolaborasi menyelenggarakan peringatan May Day melalui kegiatan yang sarat nilai sosial.

“Terima kasih dan apresiasi kepada para buruh yang merayakan May Day dengan tasyakuran dan kepedulian sosial. Ini menjadi pengingat pentingnya nilai kemanusiaan di tengah dinamika dunia kerja,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja serta perlindungan bagi pekerja.

“Mari kita bangun komunikasi yang lebih baik, perkuat sinergi, dan ciptakan inovasi bersama demi terwujudnya Kabupaten Tangerang yang maju, industri yang kuat, dan pekerja yang sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menyampaikan bahwa peringatan May Day tahun ini sengaja dikemas dengan pendekatan yang lebih humanis dan penuh kebersamaan.

Menurutnya, tasyakuran dan santunan anak yatim menjadi simbol bahwa peringatan Hari Buruh tidak hanya identik dengan aksi, tetapi juga kepedulian sosial.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun semangat kebersamaan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. May Day harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus berkomitmen menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif, produktif, dan berkeadilan melalui kolaborasi lintas sektor.

Peringatan May Day di Kabupaten Tangerang diharapkan tidak hanya menjadi ajang refleksi perjuangan buruh, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial demi mendorong kemajuan industri yang berkelanjutan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA