ICE BSD Jadi Lokasi Seminar Internasional TIDS, Pemkab Tangerang Bahas Masa Depan Daerah Aglomerasi

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Mei 2026 19:48 17 Nazwa

TANGERANG | BD Indonesia Convention Exhibition BSD menjadi lokasi penyelenggaraan Tangerang International Development Seminar (TIDS) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Senin (25/5/2026). Seminar internasional tersebut membahas berbagai tantangan dan strategi pembangunan daerah aglomerasi di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan perkotaan.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan Kabupaten Tangerang memiliki karakteristik wilayah yang kompleks karena menjadi bagian dari kawasan penyangga ibu kota dengan pertumbuhan penduduk, ekonomi, dan infrastruktur yang terus berkembang.

Karena itu, menurutnya, diperlukan pola pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan antara pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat.

“Empat tema utama seminar ini sangat erat kaitannya dengan karakteristik Kabupaten Tangerang sebagai daerah aglomerasi. Kehadiran pemerintah di semua tingkatan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Maesyal.

Dalam seminar tersebut, Pemkab Tangerang mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup, penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan manusia, hingga riset dan inovasi daerah.

Maesyal menilai, pembangunan daerah aglomerasi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, serta kemampuan daerah dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.

“Fokus kami adalah bagaimana pemerintah daerah bisa benar-benar hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menjelaskan bahwa TIDS 2026 diselenggarakan secara hybrid dengan menghadirkan narasumber nasional maupun internasional dari berbagai bidang.

Menurutnya, seminar tersebut diikuti sekitar 600 peserta, terdiri atas 400 peserta luring dan 200 peserta daring dari unsur pemerintah, akademisi, peneliti, praktisi pembangunan, mahasiswa, hingga organisasi internasional.

“Peserta dibagi ke dalam empat ruang seminar paralel yang membahas isu pembangunan perkotaan dan pesisir, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, ekosistem inovasi daerah berbasis penelitian, hingga tata kelola pemerintahan yang cerdas melalui transformasi digital,” jelas Soma.

Ia berharap seminar internasional tersebut dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang sebagai daerah aglomerasi yang kompetitif dan berkelanjutan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA