Koperasi Merah Putih Banten Tumbuh Pesat, Lebih dari Separuh Siap Bangun Gedung

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Feb 2026 12:21 23 Nazwa

SERANG | BD – Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, sebanyak 55 persen dari total target pembangunan Kopdes Merah Putih di wilayahnya telah memiliki lahan untuk didirikan bangunan. Dari rencana 1.551 unit Kopdes yang akan beroperasi, sebanyak 647 unit kini sudah operasional dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi yang membacakan pidato Andra Soni pada acara Kolaborasi Kopdes Merah Putih Ranjeng dengan Program Keluarga Harapan dan Sembako Menuju Kemandirian Ekonomi di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujatmiko, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggi Yandri Susanto, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

“Capaian ini menunjukkan komitmen dan kesiapan daerah dalam mendukung percepatan pembangunan gerai Kopdes atau Kelurahan Merah Putih di Provinsi Banten,” tulis Andra Soni dalam pidatonya.

Kopdes Merah Putih Desa Ranjeng sendiri ditetapkan sebagai koperasi percontohan tingkat nasional. Keunikan dari Kopdes ini terletak pada kelengkapan manajemen dan unit bisnis yang dimilikinya. Bahkan, prestasinya menjadikan Kopdes ini disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

” Kami memiliki keyakinan bahwa Kopdes akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Andra Soni.

Pemerintah Komitmen Percepat Pengentasan Kemiskinan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sujatmiko menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Beberapa program yang dijalankan pemerintah meliputi Kopdes Merah Putih, Sekolah Rakyat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah subsidi, program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta program Kampung Nelayan. Budiman meyakini bahwa melalui program-program tersebut, kemiskinan di Indonesia dapat dituntaskan dalam waktu singkat.

“Program-program yang menyangkut kepentingan rakyat ini dijalankan secara sistematis, terstruktur, masif, dan berskala besar,” jelas Budiman.

Menteri Sosial: Negara Harus Lindungi Masyarakat Miskin

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat miskin. Pemerintah telah menyusun pola pembangunan ekonomi yang dirancang khusus untuk mengentaskan kemiskinan dari akar-akarnya.

“Keberpihakan kepada masyarakat di lapisan bawah harus menjadi prioritas utama,” tegas Saifullah Yusuf.

Senada dengan itu, Menteri Ferry Juliantono menyampaikan harapannya agar Kopdes Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Ia optimistis bahwa Kopdes ini mampu berkembang menjadi jaringan ritel modern yang kompetitif.

“Bahkan, Kopdes berpotensi menjadi pesaing kuat yang mampu menandingi ritel modern yang sudah mapan,” kata Ferry Juliantono.

Ferry juga menjelaskan berbagai keunggulan yang dimiliki sistem Kopdes. Penduduk di sekitar lokasi Kopdes tidak hanya berperan sebagai konsumen, melainkan juga sebagai pemilik bersama.

“Dengan demikian, keuntungan yang dihasilkan dari aktivitas ekonomi akan kembali dinikmati oleh para anggota,” tutup Ferry Juliantono. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA