Mahasiswa Unpam Dorong UMKM Kadugenep Naik Kelas lewat Pencatatan Keuangan Digital

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Okt 2026 12:29 19 Nazwa

SERANG | BD — Upaya mendorong pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap teknologi digital dilakukan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) melalui pengenalan aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) kepada UMKM Kerajinan Tas Pak Asep atau Ardabili Collection di Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.

Kegiatan tersebut dikemas dalam Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemanfaatan Digitalisasi Pencatatan Keuangan melalui Aplikasi Keuangan (SIAPIK) pada UMKM Kerajinan Tas Pak Asep” pada 7 Oktober 2026.

Pengenalan SIAPIK diarahkan untuk membantu pelaku usaha memahami pentingnya pencatatan keuangan sekaligus mengenal alternatif teknologi yang dapat digunakan untuk mencatat transaksi usaha secara lebih terstruktur.

Kegiatan tersebut didampingi dosen Ririn Sari Dewi, S.E., M.Ak. dan M. Arifin, S.E., M.M. Selain mahasiswa dan dosen pendamping, kegiatan juga dihadiri Pemerintah Desa Kadugenep serta pelaku UMKM Kerajinan Tas Pak Asep.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa, serta sambutan dari ketua pelaksana, dosen pendamping, dan Kepala Desa Kadugenep. Peserta kemudian mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal mengenai pencatatan keuangan.

Materi selanjutnya membahas pentingnya pencatatan keuangan bagi UMKM serta pengenalan SIAPIK sebagai salah satu aplikasi digital yang dapat dimanfaatkan dalam pencatatan keuangan usaha.

Ketua Pelaksana PKM, Sri Wahyuni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya berbagi pengetahuan yang dapat diterapkan dalam aktivitas usaha.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua,” ujar Sri Wahyuni.

Dosen Pendamping PKM, M. Arifin, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kadugenep dan pelaku UMKM Kerajinan Tas Pak Asep atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Menurut Arifin, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami ilmu secara akademik, tetapi juga perlu mengimplementasikan pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa berupaya membantu masyarakat, khususnya UMKM di Desa Kadugenep, dalam memahami cara pencatatan keuangan melalui SIAPIK. SIAPIK sendiri merupakan aplikasi pencatatan keuangan yang dikembangkan oleh Bank Indonesia,” ujarnya.

Potensi Kerajinan Tas dan Tantangan Digitalisasi

Kepala Desa Kadugenep, H. Muhammad Aopidi, menyambut baik kegiatan yang dilakukan mahasiswa Universitas Pamulang. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat.

Aopidi mengatakan Desa Kadugenep memiliki potensi ekonomi melalui kerajinan tas. Aktivitas tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat dan terus dikembangkan sebagai salah satu potensi dalam mendukung Desa Kadugenep sebagai desa wisata edukasi.

Namun, perkembangan teknologi masih menjadi tantangan bagi sebagian pengrajin.

“Tidak semua para pengrajin di Desa Kadugenep ini mengerti teknologi,” ujar Aopidi.

Karena itu, edukasi mengenai pemanfaatan teknologi dinilai penting agar pelaku UMKM tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha secara lebih tertib dan adaptif terhadap perubahan.

Pengenalan SIAPIK menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan pencatatan keuangan berbasis digital kepada pelaku UMKM. Dengan pencatatan yang lebih teratur, pelaku usaha diharapkan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai transaksi dan kondisi keuangan usahanya.

Uji Pemahaman Peserta

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta dapat menyampaikan pertanyaan terkait pencatatan transaksi dan pengelolaan keuangan usaha.

Untuk mengukur perubahan pemahaman peserta, panitia memberikan post-test setelah materi dan diskusi selesai. Peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab serta memperoleh hasil post-test terbaik mendapatkan doorprize.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.

Kegiatan PKM tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan aplikasi, tetapi dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku UMKM Kerajinan Tas Pak Asep untuk membangun kebiasaan pencatatan keuangan yang lebih teratur.

Bagi mahasiswa Universitas Pamulang, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Sementara bagi Desa Kadugenep, kolaborasi dengan perguruan tinggi membuka ruang untuk memperkuat potensi UMKM melalui pengetahuan, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi digital. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA