Pemkot Tangerang dan Pemprov Banten Perkuat Kolaborasi Atasi Banjir Tangerang Raya

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Mei 2026 18:35 5 Nazwa

KOTA TANGERANG | BD – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperkuat kolaborasi lintas wilayah dalam upaya penanganan banjir di kawasan Tangerang Raya. Langkah tersebut ditandai dengan percepatan normalisasi Situ Bulakan dan rencana penataan aliran Sungai Cirarab yang menjadi jalur utama drainase kawasan.

Penguatan koordinasi itu dibahas saat Gubernur Banten, Andra Soni bersama Wali Kota Tangerang, Sachrudin, meninjau langsung proses normalisasi Situ Bulakan di Kecamatan Periuk, Rabu (20/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni menegaskan penanganan banjir di Tangerang Raya tidak dapat dilakukan secara parsial karena sistem aliran air antarwilayah saling terhubung. Karena itu, koordinasi antara pemerintah kota, kabupaten, hingga provinsi dinilai menjadi faktor penting agar pengendalian banjir berjalan maksimal.

“Hari ini kita memantau proses pengangkatan sedimentasi atau normalisasi Situ Bulakan. Saat ini daya tampungnya kurang lebih sekitar 350 ribu meter kubik dan melalui normalisasi ini diharapkan kapasitasnya meningkat hingga 600 ribu meter kubik sehingga mampu mengurangi beban air yang masuk ke lingkungan permukiman,” ujar Andra Soni.

Ia juga meminta seluruh dinas pekerjaan umum di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi untuk memperkuat sinkronisasi program, khususnya dalam penanganan Sungai Cirarab yang menjadi salah satu penopang utama pengendalian banjir di wilayah Tangerang Raya.

“Karena Sungai Cirarab menjadi pendukung utama dalam penanganan banjir di Kota Tangerang dan sekitarnya. Untuk itu saya meminta Dinas PU Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, maupun Provinsi Banten untuk terus berkoordinasi agar proses normalisasi berjalan maksimal,” katanya.

Sementara itu, Sachrudin menyampaikan Pemkot Tangerang terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat penanganan titik-titik rawan banjir. Menurutnya, banjir merupakan persoalan lintas wilayah yang membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.

“Permasalahan banjir ini menjadi perhatian bersama dan juga perhatian Pak Gubernur. Karena itu kami akan terus memaksimalkan seluruh unsur mulai dari camat, lurah hingga OPD terkait untuk mempercepat penanganannya,” terang Sachrudin.

Selain fokus pada Situ Bulakan dan Sungai Cirarab, Pemkot Tangerang juga mulai menyiapkan langkah antisipasi di wilayah timur melalui koordinasi penanganan Kali Angke dan kawasan perbatasan lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian banjir terpadu di kawasan Tangerang Raya sekaligus meminimalkan dampak genangan yang selama ini kerap terjadi saat curah hujan tinggi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA