Muhammad Naufal Muwaffaq. (Foto: Dok. Pribadi)OPINI | BD – Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas anak bangsa. Pendidikan selalu menjadi kunci utama dalam membentuk kualitas individu dan menentukan arah kemajuan suatu bangsa. Di era modern ini, teknologi memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan, memberikan kemudahan, memperluas akses, serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Salah satu pengaruh terbesar teknologi adalah terbukanya akses informasi tanpa batas. Melalui internet, siswa dapat mempelajari berbagai materi tambahan, mengikuti kursus online, hingga menjelajahi sumber referensi global. Pembelajaran tidak lagi terbatas pada buku teks dan ruang kelas, tetapi dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun.
Berbagai platform dan aplikasi pendidikan seperti Learning Management System (LMS), simulasi digital, dan video pembelajaran membantu guru menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik. Penggunaan media interaktif terbukti meningkatkan pemahaman dan retensi siswa. Teknologi juga memudahkan guru memantau perkembangan belajar secara lebih terstruktur dan terukur.
Teknologi membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Melalui forum diskusi, ruang kerja digital, dan aplikasi kolaboratif, siswa dapat belajar bekerja dalam tim meskipun tidak berada di tempat yang sama. Alat kreatif seperti aplikasi desain, pengeditan video, dan coding juga mendorong siswa menjadi lebih aktif, inovatif, dan produktif.
Pandemi COVID-19 menunjukkan betapa vitalnya teknologi dalam dunia pendidikan. Pembelajaran jarak jauh (PJJ), yang sebelumnya jarang diterapkan, kini menjadi alternatif penting. Meskipun menimbulkan tantangan, PJJ menawarkan fleksibilitas waktu, kelas virtual global, dan penerapan metode hybrid learning.
Meskipun membawa banyak manfaat, teknologi juga menghadirkan sejumlah tantangan, terutama di negara berkembang:
Kesenjangan digital: Tidak semua siswa memiliki akses perangkat atau internet yang stabil.
Kesiapan guru: Tidak semua pendidik terbiasa menggunakan teknologi dalam pembelajaran.
Gangguan fokus: Gadget dapat menjadi sumber distraksi bagi siswa.
Keamanan data: Penggunaan platform digital menuntut perlindungan data dan privasi.
Pendidikan masa depan diprediksi akan semakin mengintegrasikan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR). Teknologi ini dapat menciptakan pembelajaran yang lebih imersif, personal, dan adaptif sesuai kebutuhan tiap siswa. Kehadiran AI juga dapat membantu guru menganalisis kebutuhan belajar, menyusun materi yang sesuai, hingga memberikan pendampingan otomatis.
Teknologi membawa dampak besar dalam dunia pendidikan, mulai dari akses, efektivitas, kreativitas, hingga fleksibilitas belajar. Namun, pemanfaatannya perlu diimbangi dengan kesiapan infrastruktur, kompetensi digital guru, dan kesadaran siswa dalam menggunakan teknologi secara bijak. Dengan pengelolaan yang tepat, teknologi dapat menjadi pendorong utama terciptanya pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman.
Penulis: Muhammad Naufal Muwaffaq, Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (*)
Tidak ada komentar