Pilar Saga Ichsan memberikan sambutan pada perayaan HUT ke-50 Wadassari, menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal serta dukungan terhadap UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat. (Foto: Ist)KOTA TANGSEL | BD – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Wadassari berlangsung secara meriah lewat penyelenggaraan festival kuliner beserta seni budaya di kawasan Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, tepatnya pada hari Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan tersebut menyuguhkan beragam rangkaian program, mulai dari bazar hidangan khas daerah, pameran pertunjukan seni tradisional, hingga berbagai hiburan bagi masyarakat yang dimulai sejak pagi hari hingga larut malam. Festival ini berfungsi sebagai arena ekspresi kreatif sekaligus penguatan identitas budaya lokal yang melekat kuat di hati warga setempat.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan penghargaan tinggi atas kelancaran acara ini, yang menurutnya sangat efektif dalam mempererat rasa kebersamaan antarwarga serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi di tingkat lokal.
“Acara festival seperti ini bukan sekadar wadah hiburan belaka, melainkan juga instrumen ampuh untuk memperkuat solidaritas masyarakat dan melestarikan kekayaan seni budaya yang menjadi milik kita bersama,” ungkap Pilar.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan yang digerakkan oleh komunitas seperti ini sangat sesuai dengan visi dan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk terus mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri ekonomi kreatif.
“Lewat penyelenggaraan semacam ini, kami mendorong para pelaku UMKM agar bisa naik level, memperluas jangkauan pasar mereka, serta meningkatkan kemampuan bersaing produk-produk unggulan dari daerah kita,” tambahnya.
Perayaan HUT Wadassari yang ke-50 ini juga menandai momen krusial untuk mempererat kolaborasi antara elemen masyarakat dan pemerintah dalam membentuk lingkungan yang penuh aktivitas, kreativitas, serta daya saing tinggi.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan tetap gigih mendorong berbagai kegiatan positif yang berbasis pada partisipasi masyarakat, sebagai bagian integral dari strategi pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. (*)
Tidak ada komentar