Pimpin Upacara Harhubnas ke-55, Maesyal Rasyid Soroti Pentingnya Konektivitas Transportasi

waktu baca 3 menit
Senin, 21 Sep 2026 13:45 6 Nazwa

TANGERANG | BD — Bupati Tangerang, H. Moch. Maesyal Rasyid menyoroti pentingnya konektivitas transportasi dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (21/9/2026).

Dalam upacara tersebut, Maesyal membacakan amanat Menteri Perhubungan RI yang mengangkat tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.”

Menurut Maesyal, tema tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat terhadap sistem transportasi yang mampu menghubungkan berbagai aktivitas secara aman, tertib, dan lancar.

Transportasi Bukan Sekadar Kendaraan

Maesyal menjelaskan, transportasi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar kendaraan maupun pembangunan infrastruktur. Konektivitas transportasi menjadi bagian penting dalam menunjang berbagai kebutuhan masyarakat.

Mulai dari akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan, hubungan antara sentra produksi dengan pasar, hingga distribusi pangan dan pergerakan roda perekonomian turut bergantung pada sistem transportasi yang berjalan dengan baik.

“Transportasi tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan kendaraan maupun pembangunan infrastruktur. Transportasi memiliki fungsi yang jauh lebih luas, mulai dari menghubungkan masyarakat dengan sekolah dan fasilitas kesehatan, mempertemukan sentra produksi dengan pasar, hingga mendukung distribusi pangan dan menggerakkan perekonomian,” ungkap Maesyal.

Karena itu, menurutnya, konektivitas harus menjadi bagian yang diperhatikan dalam pengelolaan transportasi. Namun, kelancaran perjalanan tetap harus berjalan beriringan dengan aspek keselamatan.

Keselamatan Tetap Jadi Prioritas

Di tengah kebutuhan menjaga konektivitas, Maesyal menegaskan bahwa keselamatan tidak dapat dikesampingkan. Dalam kondisi tertentu ketika situasi dinilai tidak aman, operasi transportasi harus berani dihentikan.

Meski demikian, ia menilai penghentian operasional bukan berarti konektivitas masyarakat harus terputus. Alternatif transportasi maupun jalur distribusi perlu segera dicari agar mobilitas masyarakat dan bantuan tetap dapat berjalan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab moral, bukan hanya sekadar formalitas memenuhi kelengkapan administrasi semata, tetapi harus menjadi budaya. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” tegasnya.

Maesyal juga mengingatkan bahwa sektor transportasi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana, gangguan perjalanan, hingga kecelakaan. Kondisi tersebut membutuhkan penerapan standar keselamatan dan konektivitas secara konsisten oleh seluruh insan perhubungan.

“Sektor transportasi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana hingga gangguan perjalanan dan kecelakaan. Karena itu, standar keselamatan dan kelancaran konektivitas harus benar-benar diterapkan oleh seluruh insan perhubungan,” ujarnya.

Teknologi Dukung Konektivitas Transportasi

Selain keselamatan, Maesyal turut menyoroti transformasi digital dalam pengelolaan transportasi. Menurutnya, penggunaan teknologi tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi atau sistem baru.

Teknologi dan data harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengawasan yang lebih transparan, meningkatkan kepatuhan, serta menciptakan sistem logistik yang lebih tertib dan tetap berjalan.

“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Mari kita menyatukan tekad dan melangkah bersama untuk menghubungkan Indonesia, menghubungkan Kabupaten Tangerang, demi masa depan yang lebih maju,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jaenudin mengatakan, pesan Harhubnas menjadi momentum bagi jajaran Dishub untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi.

Ia menyebut perkembangan Kabupaten Tangerang membuat kebutuhan terhadap sistem transportasi yang semakin terintegrasi turut meningkat. Penguatan pengawasan, pelayanan di lapangan, koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian yang perlu terus dilakukan.

“Kami akan terus meningkatkan pelayanan dan pengawasan di lapangan. Teknologi dan data juga harus dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan transportasi, sehingga kebijakan yang dilakukan semakin tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Jaenudin.

Rangkaian Upacara Harhubnas

Selain memperingati Harhubnas ke-55, upacara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis SK kenaikan pangkat kepada 496 pegawai dan SK pensiun kepada 33 pegawai yang memasuki masa purna bakti terhitung mulai 1 Oktober 2026.

Pemkab Tangerang juga meluncurkan Logo Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang dengan tema “Terus Bergerak, Semakin Berdampak.”

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari momentum peringatan Harhubnas sekaligus memperkuat pesan mengenai pentingnya transportasi yang mampu menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas pembangunan di Kabupaten Tangerang. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA