Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung pohon kedondong yang tumbang dan menimpa rumah warga di Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, setelah kejadian yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka. (Foto: Ist)TANGERANG | BD — Musibah pohon tumbang menewaskan seorang anak di Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Pohon kedondong berukuran besar tersebut tumbang dan menimpa rumah warga pada Senin (31/8/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi saat penghuni rumah berada di dalam bangunan. Tiga anak menjadi korban setelah rumah yang mereka tempati tertimpa pohon. Satu korban meninggal dunia, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.
Sehari setelah kejadian, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, langsung mendatangi keluarga korban di Desa Teluknaga, Selasa (1/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan pemerintah hadir membantu keluarga yang terdampak.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah pohon tumbang yang merenggut korban jiwa serta menyebabkan sejumlah warga luka-luka di Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga. Mudah-mudahan anak yang meninggal mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” ujar Maesyal.
Maesyal mengatakan, pohon yang tumbang dan menimpa rumah warga merupakan pohon kedondong. Berdasarkan informasi yang diterimanya, bagian akar pohon tersebut telah mengalami kerusakan akibat dimakan rayap sehingga kondisinya keropos dan tidak lagi kuat menopang pohon.
“Pohon kedondong akarnya dimakan rayap, keropos, nggak kuat lagi akarnya, tumbang. Kita segera lakukan pembersihan dan langkah preventif lainnya agar kejadian ini tidak terulang lagi,” ungkapnya.
Musibah tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena pohon tumbang langsung mengenai rumah warga dan menyebabkan korban jiwa. Maesyal pun meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama pemerintah kecamatan dan desa segera melakukan pembersihan di lokasi.
Selain membersihkan material pohon dan puing rumah, pemerintah daerah juga diminta mengambil langkah preventif untuk mengantisipasi potensi pohon rawan tumbang di kawasan permukiman.
“Kita segera lakukan pembersihan dan langkah preventif lainnya agar kejadian ini tidak terulang lagi,” tegas Maesyal.
Dalam kunjungannya, Maesyal juga menemui keluarga korban dan warga sekitar yang terdampak. Ia memastikan pemerintah daerah memberikan bantuan yang diperlukan selama proses penanganan pascamusibah.
Pemkab Tangerang menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa sembako dan kasur kepada warga terdampak. Pemerintah juga menyiapkan bangunan sementara nonpermanen bagi warga yang terdampak sembari proses pembersihan dan pemulihan lokasi dilakukan.
Maesyal meminta warga yang rumahnya terdampak untuk sementara menempati tempat yang lebih aman, baik di rumah kerabat maupun tempat tinggal yang disewa, hingga kondisi lokasi dinyatakan lebih aman.
“Kepada bapak ibu yang terkena musibah untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat atau bisa ngontrak selagi proses pengecekan kondisi tanah dan pembersihan puing berlangsung,” ujarnya.
Di tengah suasana duka, kehadiran Bupati Maesyal Rasyid mendapat apresiasi dari keluarga korban. Zainal Arifin, salah satu anggota keluarga korban, mengaku terharu melihat respons cepat pemerintah dalam membantu warga setelah musibah terjadi.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah membantu kami. Istri saya malah terharu sampai menangis begitu cepat pemerintah peduli dan hadir. Mudah-mudahan semuanya yang sudah peduli dan sudah membantu dibalas kebaikan, dibalas ganjaran sama Allah SWT,” ucapnya haru.
Musibah tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi pohon berukuran besar di sekitar permukiman. Pemerintah Kabupaten Tangerang pun mendorong penanganan dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan korban. (*)
Tidak ada komentar