Vicky Shu Tersentuh Melihat Perjuangan Santri Tunarungu Menghafal Al-Qur’an

waktu baca 2 menit
Rabu, 6 Mei 2026 22:32 4 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Vicky Shu tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan secara langsung perjuangan para santri tunarungu dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an melalui bahasa isyarat. Momen itu menjadi pengalaman yang membekas sekaligus membuka pandangannya tentang makna perjuangan dalam menuntut ilmu agama.

Kehangatan dan suasana emosional itu terjadi saat Vicky Shu mengunjungi santri binaan PPPA Daarul Qur’an di Masjid Villa Inti Persada, Pamulang. Di hadapan para santri disabilitas, ia melihat bagaimana keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat mereka untuk terus belajar Kalamullah.

“Jujur, aku malu. Kita yang diberi kemudahan kadang masih menunda membuka mushaf. Sementara adik-adik ini, dengan segala keterbatasan, justru punya semangat luar biasa untuk menghafal setiap ayat,” ujar Vicky dengan mata berkaca-kaca, dilansir Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Vicky juga diajak mempelajari Surat Al-Fatihah menggunakan bahasa isyarat. Ia mengikuti satu per satu gerakan tangan yang diajarkan para guru dan santri. Beberapa kali ia tampak kesulitan, namun justru dari pengalaman itulah ia memahami betapa besar perjuangan yang dijalani para santri setiap hari.

“Aku baru paham, belajar Al-Qur’an bagi mereka bukan hanya soal menghafal, tapi juga tentang fokus, ketepatan gerakan, ekspresi, dan kesabaran yang luar biasa. MasyaAllah,” tuturnya.

Di balik keterbatasan yang mereka miliki, para santri tunarungu tersebut juga menorehkan berbagai prestasi. Beberapa di antaranya berhasil meraih penghargaan dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an kategori disabilitas.

Program pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas yang dijalankan PPPA Daarul Qur’an hadir untuk membuka akses pendidikan Al-Qur’an bagi tunarungu, tunanetra, dan sahabat disabilitas lainnya melalui pendampingan belajar, mushaf isyarat, serta Al-Qur’an braille.

Pengalaman itu membuat Vicky Shu menyatakan dukungan penuhnya terhadap gerakan pemberdayaan santri disabilitas agar semakin banyak saudara-saudara penyandang disabilitas yang memiliki kesempatan belajar dan menghafal Al-Qur’an.

“Aku ingin mereka memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, memahami, dan mencintai Al-Qur’an. Dan kita semua bisa menjadi bagian dari jalan kebaikan itu,” tutupnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA