Puncak Arus Nataru, FSPPI Perkuat Sinergi Pekerja Penerbangan

waktu baca 3 menit
Selasa, 16 Des 2025 12:17 86 Nazwa

JAKARTA | BD — Memasuki puncak arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Federasi Serikat Pekerja Penerbangan Indonesia (FSPPI) memperkuat sinergi seluruh elemen pekerja penerbangan guna menjaga keselamatan, kelancaran, dan keterjangkauan layanan udara nasional. Di tengah lonjakan trafik tahunan dan tekanan struktural industri aviasi, FSPPI menegaskan perannya sebagai pengikat koordinasi lintas profesi sekaligus mitra strategis pemerintah.

FSPPI menaungi lima serikat pekerja kunci sektor penerbangan, yakni APG (pilot), SP API (bandara), SKYNAV (AirNav/ATC), GEC (teknisi pesawat), dan SPASI (ground handling). Kolaborasi ini menjadi fondasi utama pengamanan operasional selama periode kritis Nataru, ketika kepadatan penumpang dan pergerakan pesawat mencapai titik tertinggi.

Peningkatan mobilitas akhir tahun berlangsung bersamaan dengan keterbatasan armada akibat backlog perawatan, kelangkaan suku cadang global, serta antrean panjang di fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). Kondisi ini membatasi kapasitas penerbangan pada saat permintaan melonjak. Bandara utama seperti Soekarno-Hatta (CGK) dan I Gusti Ngurah Rai (DPS) diproyeksikan mengalami tekanan slot signifikan pada jam sibuk, berisiko memicu holding pattern dan keterlambatan berantai.

Di sisi lain, harga tiket pesawat menjadi sorotan publik, terutama pada rute domestik favorit dan wilayah dengan akses transportasi terbatas. Keterbatasan pilot, teknisi bersertifikasi, petugas bandara, serta pengendali lalu lintas udara (ATC) menuntut pengelolaan beban kerja yang presisi. Implementasi penuh Safety Management System (SMS), pelaporan hazard, dan audit keselamatan berkelanjutan—sebagaimana ditekankan ICAO—menjadi prasyarat mutlak.

Sinergi Peran Pekerja Penerbangan

Ketua Umum APG, Capt. Ruli Wijaya, menegaskan bahwa pilot berada di garis terdepan keselamatan.

“Keselamatan tidak bisa dinegosiasikan. Manajemen kelelahan kru dan disiplin standar operasi menjadi kunci saat jadwal sangat padat,” ujar Capt. Ruli Wijaya, dilansir Selasa, 16 Desember 2025.

Ketua Umum SKYNAV (AirNav Indonesia), Irvan, menyatakan kesiapsiagaan ATC dalam mengelola kepadatan udara.

“Personel tambahan disiagakan untuk mengelola peak density traffic dan mencegah keterlambatan sistemik melalui optimalisasi traffic flow management.”

Sementara itu, Ketua Umum SPASI, Suhendra, menekankan pentingnya efisiensi di darat.

“Koordinasi ramp dan pengurangan ground turnaround time menentukan kelancaran penerbangan.”

Sikap Pimpinan FSPPI

Ketua Umum FSPPI, Jemmy J. Pongoh, menilai puncak arus Nataru sebagai indikator ketahanan industri penerbangan nasional.

“Tanpa teknisi yang terlindungi, ATC yang fokus, pilot yang cukup istirahat, serta petugas darat yang tidak kelelahan, keselamatan tidak mungkin terjaga.”

Ia menegaskan perlunya menjadikan keselamatan, kesejahteraan pekerja, dan kedaulatan udara sebagai agenda nasional.
Sekretaris Jenderal FSPPI, Budi Cahyono, menambahkan bahwa tantangan utama aviasi adalah ketangguhan sistem.

“Kebijakan harus berbasis data dan analisis risiko, bukan sekadar target musiman. Safety oversight perlu diperkuat, termasuk penyelesaian kekurangan pesawat dan overload pekerjaan.”

Ketua Dewan Pembina FSPPI, Mohammad Jumhur Hidayat, menegaskan transportasi udara sebagai urat nadi konektivitas bangsa.

“Negara harus menjaga keselamatan, keterjangkauan harga, dan keterlibatan pekerja sebagai mitra strategis.”

FSPPI mengajak masyarakat memahami bahwa keselamatan penerbangan adalah prioritas utama, sementara kendala operasional merupakan tantangan nasional bersama. Dengan sinergi yang diperkuat antara pekerja, operator, regulator, dan pemerintah, FSPPI memastikan perannya sebagai aktor utama dalam menyukseskan angkutan udara Nataru 2025/2026. Langit Indonesia aman karena kerja kolektif—dengan pekerja penerbangan sebagai jantung pengabdian untuk Merah Putih. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA