Pemkot Tangsel Perkuat Pencegahan Stunting dari Hulu, Fokus pada Kesehatan Ibu dan Anak

waktu baca 3 menit
Minggu, 19 Jul 2026 17:32 18 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat upaya pencegahan stunting dari hulu dengan memfokuskan program pada peningkatan kesehatan ibu dan anak sejak masa pra-kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Langkah ini dilakukan sebagai strategi untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Melalui Dinas Kesehatan bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK), Pemkot Tangsel mengintensifkan pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemberian makanan tambahan, pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu, serta edukasi gizi kepada masyarakat. Upaya tersebut didukung kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kader PKK, pemerintah kecamatan, dan kelurahan agar intervensi tepat sasaran.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai bahkan sebelum kehamilan terjadi. Oleh karena itu, edukasi bagi calon pengantin menjadi salah satu program yang terus diperkuat pemerintah daerah.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, bahkan sejak masa persiapan kehamilan. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan, pemenuhan gizi, serta akses layanan kesehatan yang optimal. Dengan intervensi yang dilakukan sejak dini, kita berharap setiap anak di Tangerang Selatan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara maksimal,” ujar Benyamin dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

Menurut Benyamin, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Ia menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta rutin membawa balita ke posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan mereka.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

“Investasi terbaik untuk masa depan Kota Tangerang Selatan adalah memastikan anak-anak kita tumbuh sehat sejak dalam kandungan hingga memasuki usia emas pertumbuhan. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi lahirnya generasi unggul,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, mengatakan prevalensi stunting di Tangsel pada 2026 terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data terbaru, angka stunting berhasil ditekan hingga 8,2 persen atau berada di bawah target nasional.

“Berkat kerja keras dan sinergi semua pihak, angka stunting di Tangsel saat ini berhasil ditekan hingga menyentuh 8,2 persen. Capaian ini sudah berada jauh di bawah rata-rata target nasional,” kata Asep.

Selain mendukung penyebarluasan informasi program pemerintah, Diskominfo Tangsel juga memperkuat edukasi pencegahan stunting melalui berbagai platform digital. Konten berupa video pendek, infografis, hingga podcast kesehatan diproduksi bersama tenaga medis untuk meningkatkan literasi masyarakat sekaligus meluruskan berbagai mitos terkait pola asuh anak.

“Kami menyadari tantangan terbesar saat ini adalah menyamakan persepsi publik. Banyak ibu muda yang masih termakan mitos pola asuh keliru di media sosial. Oleh karena itu, Diskominfo gencar memproduksi konten edukasi berbasis video pendek, infografis, hingga podcast kesehatan yang bekerja sama dengan para dokter anak. Kami ingin literasi stunting ini masuk ke gawai setiap warga Tangsel,” jelasnya.

Asep menambahkan, penurunan angka stunting juga didukung penyediaan akses internet gratis di ruang publik dan balai warga melalui program Smart Kampung atau Smart Kelurahan. Fasilitas tersebut memudahkan kader posyandu dan masyarakat mengakses aplikasi pelaporan gizi serta mengikuti edukasi pengasuhan anak secara daring.

“Penurunan stunting ini juga ditopang oleh penyediaan fasilitas internet gratis di ruang publik dan balai warga melalui program Smart Kampung atau Smart Kelurahan. Dengan akses internet yang stabil hingga ke pelosok RT/RW, para kader posyandu dan warga bisa lebih cepat mengakses aplikasi pelaporan gizi serta mengikuti kelas pengasuhan anak secara daring tanpa terkendala kuota,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA