Tekan Emisi Karbon, Tangsel Susun Pedoman Teknis Bangunan Ramah Lingkungan

waktu baca 2 menit
Rabu, 13 Mei 2026 12:23 13 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Sektor bangunan gedung di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai memiliki peran strategis dalam upaya pengurangan emisi karbon dan efisiensi energi, seiring tingginya kontribusi sektor tersebut terhadap konsumsi energi nasional.

Pemerintah Kota Tangsel pun memperkuat langkah mitigasi perubahan iklim dengan mendorong penerapan kebijakan dan pedoman teknis bangunan ramah lingkungan, khususnya dalam aspek konservasi energi dan air.

Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DKCTR) Kota Tangsel, Ihtiyan Hermansyah, mengatakan sektor bangunan gedung merupakan salah satu penyumbang terbesar konsumsi energi, sehingga menjadi fokus intervensi dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Berdasarkan Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2023 yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sekitar 60 persen konsumsi energi listrik nasional berasal dari sektor bangunan gedung. Sektor ini juga berkontribusi sekitar 36 persen terhadap total emisi karbon di Indonesia.

“Angka ini menunjukkan bahwa sektor bangunan memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap emisi gas rumah kaca. Karena itu, intervensi di sektor ini menjadi sangat penting,” ujar Herman.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah menetapkan target penurunan emisi sebesar 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43,20 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Selain itu, Indonesia juga menargetkan Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.

Menurutnya, tanpa penguatan kebijakan di sektor bangunan, pencapaian target tersebut akan sulit direalisasikan secara optimal.

“Upaya efisiensi energi di sektor bangunan bukan hanya opsi, tetapi kebutuhan yang harus segera diimplementasikan secara konsisten,” tambahnya.

Pemkot Tangsel sendiri terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, akademisi, hingga pelaku usaha, untuk mempercepat implementasi bangunan hemat energi dan rendah emisi.

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong transformasi sektor konstruksi dan properti di Tangsel menuju konsep pembangunan yang lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi lintas sektor, kami berharap upaya pengurangan emisi dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA