Warga 15 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Terdampak Krisis Air Bersih

waktu baca 2 menit
Selasa, 3 Okt 2023 20:51 0 Redaksi

KABUPATEN TANGERANG | BD — Krisis air bersih di Kabupaten Tangerang terus meluas. Berdasarkan permintaan bantuan air ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, saat ini sudah 15 kecamatan yang terdampak.

Sementara pada bulan Agustus 2023, permintaan bantuan air dari warga hanya dari 7 kecamatan, atau meningkat 100 persen lebih.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengatakan, pada September 2023, pihaknya mendapatkan permintaan bantuan air bersih dari 47 desa/kelurahan di Kabupaten Tangerang.

“Update terakhir 47 desa/kelurahan di 15 kecamatan yang sudah melaporkan
kekeringan dan rutin minta dikirim pasokan air bersih,” ujar Ujat dikutip dari TangerangDaily, Selasa, 3 Oktober 2023.

Karena krisis air bersih tersebut, lanjut Ujat, selama September 2023 juga, BPBD Kabupaten Tangerang mendapatkan banyak permintaan dari warga untuk dikirim air bersih.

“Ada 116 kali permintaan air bersih dari warga,” imbuhnya.

Untuk membantu warga yang mengalami kekurangan air bersih, lanjut Ujat, BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan armada tangki air beserta personel ke titik-titik lokasi yang membutuhkan tersebut.

Dilansir dari data BPBD Kabupaten Tangerang, permintaan air bersih tertinggi dari Kecamatan Panongan sebanyak 38 lokasi, Curug 17 lokasi, Jambe 15 lokasi, Legok 13 lokasi, Tigaraksa 7 lokasi, Kronjo 6 lokasi, Balaraja 5 lokasi, Teluknaga 3 lokasi, Solear, Cikupa, Mekarbaru, dan Pegangan masing-masing 2 lokasi. Kemudian Kresek, Cisoka, dan Kemiri masing-masing 1 lokasi.

Permintaan air bersih itu jumlahnya meningkat drastis dibandingkan bulan Agustus yang hanya dari 6 kecamatan, yaitu Panongan 7 lokasi, Curug 4 lokasi, Jambe 3 lokasi, Balaraja, Tigaraksa dan Legok masing-masing 1 lokasi. (TD)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA