Tangsel Siapkan Normalisasi Sungai dan Long Storage untuk Atasi Banjir dan Longsor

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Apr 2026 18:28 50 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, melakukan peninjauan ke sejumlah titik terdampak banjir dan longsor di wilayahnya pada Rabu (15/4/2026).

Beberapa lokasi yang dikunjungi meliputi Perumahan Citra Prima Serpong di Setu, kawasan Empang Sari di Ciputat, serta titik longsor di Jalan H. Nurleman, Benda Baru, Pamulang.

Pilar menjelaskan, banjir yang terjadi di Citra Prima Serpong dipicu oleh tingginya debit air akibat hujan deras yang turun terus-menerus sejak Jumat hingga Minggu. Kondisi tersebut menyebabkan aliran dari kawasan permukiman tidak mampu tertampung oleh sungai di sekitarnya.

“Debit air di sungai sangat tinggi, sehingga air dari perumahan tidak bisa mengalir dengan baik. Dua pompa yang sudah dipasang juga bekerja cukup keras,” ujar Pilar.

Ia menambahkan, berbagai langkah penanganan sebenarnya telah dilakukan sebelumnya, seperti peninggian turap, perbaikan aliran kali, hingga pemasangan pompa air. Namun, intensitas hujan yang ekstrem membuat upaya tersebut belum sepenuhnya efektif mengatasi genangan.

Karena itu, Pilar meminta Dinas Bina Marga segera melakukan normalisasi sungai, khususnya pada bagian yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi tanah, pasir, batu, serta sampah yang terbawa dari wilayah hulu.

“Normalisasi harus segera dilakukan, karena banyak material yang membuat aliran sungai tidak optimal,” tegasnya.

Sementara itu, di lokasi kedua yakni Empang Sari, Ciputat, hasil pemantauan menunjukkan kawasan tersebut merupakan titik rendah yang mudah tergenang saat curah hujan tinggi.

Pemkot Tangsel juga diminta melakukan normalisasi saluran air untuk meningkatkan kapasitas aliran. Selain itu, Pilar menginstruksikan pembangunan sistem long storage di sepanjang jalan guna menampung air saat hujan deras.

Menurutnya, keberadaan long storage dapat membantu menahan sementara limpahan air sebelum dialirkan ke saluran utama, sehingga tidak langsung masuk ke permukiman warga.

“Pemkot Tangsel juga akan membangun crossing drainase. Langkah ini dilakukan agar aliran air di saluran dapat mengalir lancar menuju Sungai Anak Kali Utama,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perkimta Tangsel, Aries Kurniawan, memastikan penanganan longsor di Jalan Haji Nuriman, Benda Baru, Pamulang akan segera dilakukan secara teknis.

Ia menyebutkan, longsor terjadi akibat tekanan air hujan yang meresap ke dalam tanah tanpa sistem drainase yang memadai, sehingga air meluap hingga ke badan jalan dan merusak struktur tanah.

“Saat ini, Pemkot Tangsel melalui dinas terkait akan membangun saluran air sepanjang 50 meter di tengah jalan menggunakan u-ditch. Langkah ini dipilih karena kondisi jalan yang sempit dan berdekatan dengan rumah warga,” jelasnya.

Selain itu, turap akan diperkuat dengan pondasi sedalam kurang lebih satu meter. Material lama yang masih layak akan dimanfaatkan kembali dengan konstruksi yang lebih kuat dan stabil.

Aries juga menambahkan, ke depan akan dibuat lubang sulingan pada turap untuk mengurangi tekanan air di dalam tanah, sehingga kejadian serupa dapat dicegah.

“Proyek penanganan ini ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua minggu,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA