Bea Cukai Gagalkan Peredaran Etomidate, Laboratorium Gelap di PIK Berhasil Dibongkar

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Jul 2026 22:32 7 Nazwa

JAKARTA | BD – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta bersama Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya peredaran etomidate dengan membongkar laboratorium gelap (clandestine lab) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Dalam operasi tersebut, petugas menangkap seorang warga negara (WN) Singapura yang diduga menjadi peracik utama serta menyita ribuan cartridge dan lebih dari dua liter cairan etomidate.

Pengungkapan kasus bermula dari pemeriksaan petugas Bea Cukai terhadap paket kiriman dari luar negeri yang tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dari hasil pemeriksaan ditemukan dua botol cairan etomidate yang disamarkan dalam kemasan sampo dengan berat bruto sekitar 2.200 gram.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengatakan besarnya volume cairan yang ditemukan mengindikasikan adanya aktivitas produksi etomidate di Indonesia.

“Kasus ini berawal dari tangkapan di Soekarno-Hatta berupa dua botol cairan etomidate yang disamarkan dalam kemasan sampo. Jumlahnya sekitar 2.200 gram bruto,” ujar Hengky kepada wartawan di PIK, Jakarta Utara, Jumat (17/7/2026).

Temuan tersebut kemudian dikembangkan bersama Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta melalui metode controlled delivery atau pengiriman di bawah pengawasan untuk mengungkap penerima paket sekaligus lokasi produksi.

Hasil penyelidikan mengarah ke sebuah rumah di kawasan PIK yang dijadikan tempat peracikan etomidate. Di lokasi itu, petugas menemukan ribuan cartridge kosong, alat pengisian cairan, dan berbagai perlengkapan yang diduga digunakan untuk memproduksi etomidate secara massal.

Hengky menjelaskan, sindikat menggunakan modus baru dengan memisahkan pengiriman bahan baku etomidate dan cartridge. Cairan etomidate dikirim dari Malaysia melalui perusahaan jasa titipan, sedangkan cartridge didatangkan melalui jalur berbeda sebelum dirakit di Indonesia.

“Kalau biasanya kami menemukan cartridge yang sudah berisi etomidate dibawa penumpang dari luar negeri, kali ini etomidate dan cartridge-nya dikirim terpisah lalu dirakit di sini,” jelasnya.

Kapolres Kota Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Wisnu Wardana mengatakan penggerebekan tersebut menghasilkan penyitaan ribuan cartridge kosong dan penangkapan seorang WN Singapura berinisial LHM (34) alias Hyden yang diduga berperan sebagai peracik utama.

“Dalam pengembangan itu kami menemukan ribuan cartridge kosong dan alat yang digunakan untuk mengisi etomidate ke dalam wadahnya. Semuanya sudah siap untuk dilakukan produksi massal,” ujar Wisnu.

Selain itu, petugas juga menyita lebih dari dua liter cairan etomidate yang diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 2.000 cartridge siap edar.

“Dari dua liter etomidate tersebut, estimasi kami bisa menghasilkan hampir 2.000 cartridge siap edar,” kata Wisnu.

Saat ini, Bea Cukai bersama Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta masih mendalami jaringan peredaran etomidate, termasuk asal-usul bahan baku, lama operasional laboratorium gelap tersebut, serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan distribusinya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA