Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, Polda Banten Kumpulkan 8 Data Antemortem

waktu baca 3 menit
Jumat, 11 Sep 2026 18:36 5 Nazwa

PANDEGLANG | BD — Polda Banten terus melakukan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Di tengah operasi pencarian, kepolisian telah mengumpulkan delapan data antemortem dari keluarga sebagai bagian dari persiapan proses identifikasi apabila korban ditemukan.

Kabidhumas Polda Banten menyampaikan, operasi pencarian terhadap rombongan awak kapal dan wartawan yang berada di kapal Arupadatu 1 masih berlangsung.

Dalam perkembangan pencarian, sebelumnya beredar informasi mengenai ditemukannya sebuah life jacket di perairan sekitar Anyer. Benda tersebut kemudian diamankan oleh tim untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

“Benda tersebut telah diamankan oleh tim untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya dalam keterangan pada Jumat (11/9/2026).

Namun, pemilik kapal Arupadatu 1, Sandi, memastikan life jacket yang ditemukan tersebut bukan bagian dari perlengkapan kapal yang membawa rombongan.

Menurut Sandi, kepastian itu diperoleh setelah membandingkan life jacket yang ditemukan dengan perlengkapan yang terdapat di kapal Arupadatu 2.

“Life jacket yang ditemukan tim bukan milik kapal Arupadatu 1 karena berbeda dengan yang saya miliki. Saya mengambil pembanding dari perlengkapan yang ada di Arupadatu 2,” kata Sandi.

Ia menjelaskan, perbedaan terlihat pada sejumlah bagian, mulai dari resleting, grip, hingga bahan yang digunakan.

“Perbedaannya terlihat dari bagian resleting, grip, maupun bahannya. Dapat dipastikan bahwa objek life jacket yang ditemukan tersebut tidak berkaitan dengan perlengkapan yang berada di speedboat Arupadatu 1 yang dilaporkan hilang kontak,” jelasnya.

Delapan Data Antemortem Dikumpulkan

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Banten Kombes Pol Dr. I. Gusti Gede Dharma Arimbawa mengatakan, proses antemortem terus dilakukan untuk mendukung identifikasi apabila nantinya ditemukan korban dalam operasi pencarian.

Menurutnya, proses identifikasi korban bencana dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemeriksaan tempat kejadian perkara, pengumpulan data antemortem, pemeriksaan postmortem, hingga rekonsiliasi.

“Dalam penanganan korban bencana, proses identifikasi dilakukan melalui beberapa tahapan, antara lain pemeriksaan tempat kejadian perkara, pengumpulan data antemortem, pemeriksaan postmortem, serta rekonsiliasi,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya telah menerima delapan data antemortem dari keluarga korban.

Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data postmortem apabila korban ditemukan.

“Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan data postmortem apabila ditemukan korban. Apabila data antemortem dan postmortem telah sesuai atau matching, barulah dapat dinyatakan identitas korban,” ujarnya.

Polda Banten Imbau Publik Tak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

Di sisi lain, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait perkembangan pencarian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” kata Maruli.

Ia meminta masyarakat mengikuti perkembangan operasi pencarian melalui informasi resmi yang disampaikan Polda Banten maupun tim SAR gabungan.

“Untuk perkembangan operasi pencarian, kami meminta masyarakat mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh Polda Banten maupun tim SAR gabungan,” tutupnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA