Cegah HIV/AIDS Sejak Dini, Pelajar SMK Negeri 5 Tangerang Diberi Edukasi Kesehatan

waktu baca 2 menit
Kamis, 7 Mei 2026 23:46 10 Nazwa

TANGERANG | BD — Upaya pencegahan HIV/AIDS sejak usia remaja terus diperkuat melalui jalur pendidikan. Warga Peduli AIDS (WPA) Desa Tegal Kunir Lor menggelar kegiatan edukasi kesehatan bagi pelajar di SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang, Kamis (7/5/2026), sebagai langkah membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan HIV/AIDS sejak dini.

Kegiatan yang mengusung tema Peer Educator: Peran Remaja dalam Pencegahan HIV/AIDS itu diikuti oleh siswa-siswi SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur sekolah, PMI Kecamatan Mauk, Puskesmas Kecamatan Mauk, pengurus WPA Desa Tegal Kunir Lor, serta sejumlah pihak yang mendukung program edukasi kesehatan remaja.

Acara dibuka oleh perwakilan sekolah, Rafiudin, yang menyampaikan pentingnya edukasi kesehatan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran besar dalam membentuk pengetahuan, karakter, dan kesadaran siswa terhadap berbagai isu sosial dan kesehatan.

Ketua WPA Desa Tegal Kunir Lor, Ahmad Suhepi, mengatakan remaja memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi positif di lingkungan pergaulan mereka, terutama melalui pendekatan edukasi sebaya atau peer educator.

“Remaja bukan hanya penerima informasi, tetapi juga bisa menjadi penyampai pesan-pesan positif kepada teman-temannya. Dengan cara ini, edukasi tentang HIV/AIDS akan lebih efektif dan mudah dipahami,” ujarnya.

Dalam sesi materi, dr. Iklima Lintang selaku petugas layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) Puskesmas Kecamatan Mauk memberikan pemahaman dasar mengenai HIV/AIDS, mulai dari pengertian, cara penularan, langkah pencegahan, hingga pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Sementara itu, materi mengenai peran remaja dalam pencegahan HIV/AIDS disampaikan oleh Eko Darmawan, S.T., selaku Pengelola Program HIV/AIDS Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang. Ia menekankan bahwa peer educator dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam membangun lingkungan pergaulan yang sehat di kalangan pelajar.

Tidak hanya menerima materi, para siswa juga mengikuti simulasi kasus dan sesi diskusi interaktif. Melalui sesi tersebut, peserta diajak memahami berbagai situasi yang berkaitan dengan risiko penularan HIV/AIDS, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta membangun keberanian untuk menyampaikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitarnya.

Melalui kegiatan ini, WPA Desa Tegal Kunir Lor berharap para pelajar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai HIV/AIDS, menerapkan pola hidup sehat, serta mampu menjadi generasi yang peduli dan aktif dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA