Dari UMKM hingga Stunting, Aplikasi E-PKK Tangsel Bantu Pemerintah Ambil Keputusan Lebih Cepat

waktu baca 2 menit
Minggu, 14 Jun 2026 19:10 15 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi E-PKK dan E-Dasawisma di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan pemerintah yang lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, mengatakan bahwa data yang dihimpun kader PKK melalui aplikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai administrasi organisasi, tetapi juga menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan publik.

Menurutnya, data yang dikumpulkan secara berkala dari tingkat lingkungan mampu memberikan gambaran riil mengenai kondisi masyarakat, mulai dari kesehatan keluarga, perkembangan anak, hingga aktivitas ekonomi warga.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa digitalisasi ini dampaknya sangat langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Dengan basis data E-Dasawisma yang terus diperbarui oleh kader lingkungan, penyaluran bantuan sosial maupun insentif ekonomi menjadi lebih tepat sasaran karena datanya berasal langsung dari masyarakat,” ujar Asep dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan, salah satu manfaat terbesar dari sistem tersebut terlihat pada upaya percepatan penanganan stunting. Melalui aplikasi E-Dasawisma, data tumbuh kembang anak dapat dipantau secara lebih cepat oleh tenaga kesehatan sehingga potensi masalah gizi dapat segera ditindaklanjuti.

“Data yang diinput kader melalui aplikasi dapat langsung dibaca oleh puskesmas maupun Dinas Kesehatan. Dengan begitu, intervensi terhadap kasus stunting atau gizi buruk bisa dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang,” katanya.

Selain mendukung sektor kesehatan, integrasi data melalui E-PKK juga memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah kini memiliki pemetaan yang lebih jelas terkait pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di setiap kelurahan.

Data tersebut dinilai membantu perangkat daerah terkait dalam menyusun program pembinaan, pelatihan, hingga bantuan permodalan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.

“Data pelaku UMKM binaan PKK dapat dipetakan secara lebih komprehensif. Ini memudahkan pemerintah dalam menyalurkan program pemberdayaan ekonomi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” jelas Asep.

Pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola PKK inilah yang kemudian menarik perhatian sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Paser melakukan studi tiru ke Tangsel untuk mempelajari penerapan sistem digital tersebut.

Pemerintah Kota Tangsel berharap integrasi data melalui E-PKK dan E-Dasawisma dapat terus diperkuat sehingga pelayanan publik semakin efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA