Edukasi Literasi Digital di SMPN 2 Tigaraksa, Diskominfo Ingatkan Bahaya Jejak Digital

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Jun 2026 16:27 7 Nazwa

TANGERANG | BD – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang mengingatkan para pelajar tentang bahaya jejak digital yang dapat berdampak pada masa depan mereka. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi literasi digital yang digelar di SMPN 2 Tigaraksa, Kamis (11/6/2026), sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran penggunaan internet secara bijak sejak usia dini.

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Tangerang, Akhmad Farhan, mengatakan literasi digital menjadi kebutuhan penting di tengah tingginya aktivitas generasi muda di ruang digital. Menurutnya, pelajar perlu memahami tidak hanya manfaat teknologi, tetapi juga risiko yang muncul akibat penggunaan media sosial dan internet yang tidak bertanggung jawab.

“Tujuan utama kami adalah memberikan edukasi kepada anak-anak muda, khususnya pelajar SMP, agar mereka benar-benar memahami dunia digital. Kami ingin mereka tahu keuntungan apa yang bisa didapat, sekaligus mewaspadai hal-hal negatif yang bisa muncul akibat kesalahan atau perbuatan yang tidak semestinya di ruang digital,” ujar Farhan.

Ia menjelaskan, Diskominfo Kabupaten Tangerang secara konsisten menjalankan program literasi digital melalui berbagai pendekatan, mulai dari kunjungan langsung ke sekolah hingga kampanye edukasi melalui media sosial resmi.

Menurut Farhan, strategi tersebut dilakukan agar pesan edukasi dapat menjangkau pelajar secara lebih efektif dan sesuai dengan kebiasaan mereka yang akrab dengan teknologi digital.

“Kami berharap sosialisasi ini membantu siswa memahami karakter dunia digital sehingga mereka bisa memanfaatkannya untuk kebaikan. Kegiatan ini akan terus kami rutinkan, dan untuk tahun ini Diskominfo menargetkan kunjungan edukasi ke enam sekolah di wilayah Kabupaten Tangerang,” katanya.

Diskominfo juga berharap para pelajar mampu menjadi pengguna internet yang cerdas, kritis, dan produktif, serta tidak mudah terjerumus pada perilaku negatif di dunia maya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Tigaraksa, Kenedi, menilai edukasi mengenai jejak digital sangat penting diberikan kepada siswa. Menurutnya, masih banyak pelajar yang belum menyadari bahwa setiap aktivitas di internet dapat meninggalkan rekam jejak yang sulit dihapus.

“Banyak anak yang menganggap remeh apa yang mereka posting di media sosial. Mereka tidak sadar bahwa satu kata atau perilaku buruk di internet bisa berdampak besar bagi masa depan mereka. Jejak digital itu tidak akan pernah hilang,” ungkap Kenedi.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menggunakan media sosial dan perangkat digital secara lebih bertanggung jawab.

“Anak-anak perlu memahami bahwa ponsel bukan hanya alat hiburan. Ada tanggung jawab yang harus dijaga dalam setiap penggunaan teknologi, sehingga apa yang mereka lakukan di ruang digital tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA