Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang berfoto bersama usai memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah. (Foto: Ist)TANGERANG | BD – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang memperkuat sinergi lintas sektor guna menghadapi dampak musim kemarau sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (6/8/2026).
Dalam arahannya, Bupati Maesyal menegaskan pentingnya koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa agar setiap potensi persoalan di masyarakat dapat diantisipasi sejak dini.
Ia meminta seluruh camat terus memperkuat komunikasi dengan Kapolsek, Danramil, serta kepala desa di wilayah masing-masing untuk memantau perkembangan situasi dan merespons setiap informasi yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
“Pak camat saya minta terus berkoordinasi dengan Pak Kapolsek, Pak Danramil, serta para kepala desa untuk memonitor kondisi masyarakat di wilayah masing-masing. Jika ada informasi atau isu yang berpotensi mengganggu kondusivitas, segera lakukan pendekatan dan komunikasi yang baik kepada masyarakat,” ujar Maesyal.
Menurutnya, sinergi seluruh unsur Forkopimda menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan daerah, terlebih di tengah tantangan musim kemarau yang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kekeringan hingga meningkatnya risiko kebakaran.
Selain itu, Maesyal mengingatkan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum mempererat persatuan dan menjaga ketertiban masyarakat.
“Agustusan harus menjadi renungan dan kebanggaan kita dalam mengenang perjuangan para pahlawan, jangan dijadikan momentum untuk hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Forkopimda juga membahas langkah antisipasi menghadapi musim kemarau berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemerintah daerah bersama perangkat kecamatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan, gangguan distribusi air bersih, hingga ancaman kebakaran di sejumlah wilayah.
Bupati menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar penanganan setiap persoalan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi.
“Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, perangkat kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan, saya berharap Kabupaten Tangerang tetap aman, kondusif, dan mampu menghadapi dampak musim kemarau secara optimal,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah turut mengingatkan para camat agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran sampah maupun lahan secara liar yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau.
“Kondisi kemarau membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Saya minta para camat terus melakukan monitoring, khususnya di wilayah yang masih sering terjadi pembakaran liar seperti Sindang Jaya dan Rajeg. Berikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan,” ujarnya. (*)
Tidak ada komentar