Lewat Tangsel Entrepreneur Hub, Pilar Soroti Peluang UMKM Tangsel Tembus Pasar Ekspor

waktu baca 4 menit
Selasa, 29 Sep 2026 17:11 10 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dinilai memiliki peluang untuk menembus pasar internasional. Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan penguatan kualitas produk dan pendampingan agar pelaku usaha mampu memenuhi berbagai persyaratan pasar ekspor.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, Tangerang Selatan Entrepreneur Hub dapat menjadi salah satu wadah untuk membantu pelaku usaha memahami peluang sekaligus tantangan ketika ingin memperluas pasar hingga ke luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Pilar dalam Forum Penguatan Tangerang Selatan Entrepreneur Hub Tahun 2026 di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM Tangsel, Selasa (29/9/2026).

Menurut Pilar, sejumlah produk yang dihasilkan pelaku usaha di Tangsel sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Persoalannya, pelaku usaha perlu memahami standar dan kualifikasi yang dipersyaratkan oleh negara tujuan ekspor.

“Bagaimana mereka bisa menjual produknya bukan hanya di nasional, bahkan di global, bagaimana syarat-syaratnya untuk diterima. Misalkan di pasar Eropa, di pasar Jepang, itu kualifikasinya sangat ketat sekali. Nah, ini yang perlu pendampingan khusus,” ujar Pilar.

Pasar Global Punya Standar Berbeda

Pilar menjelaskan, upaya membawa produk UMKM ke pasar internasional tidak cukup hanya dengan memiliki produk yang diminati konsumen. Pelaku usaha juga harus memastikan produk yang ditawarkan mampu memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku di negara tujuan.

Karena itu, pendampingan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam proses pengembangan UMKM menuju pasar ekspor. Pelaku usaha perlu mendapatkan pemahaman mengenai persyaratan produk, kualitas, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan akses pasar internasional.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan Tangerang Selatan Entrepreneur Hub. Forum dan wadah kewirausahaan tersebut diharapkan tidak hanya mempertemukan pelaku usaha, tetapi juga membantu mengidentifikasi potensi produk yang dapat dikembangkan menuju pasar yang lebih luas.

Pemetaan tersebut dapat dimulai dari melihat produk yang telah memiliki kapasitas produksi dan kualitas yang memadai, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan agar pelaku usaha memahami kebutuhan pasar tujuan.

IKM Tangsel Sudah Ekspor Bumbu dan Rempah

Pilar mencontohkan salah satu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di kawasan Taman Tekno yang telah mampu membawa produk bumbu dan rempah asal Tangsel ke pasar internasional.

Pada 2026, pelaku usaha tersebut disebut telah mengekspor sekitar tujuh ton bumbu dan rempah untuk kebutuhan haji.

Pengalaman tersebut, menurut Pilar, menunjukkan bahwa produk dari Tangsel memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih besar. Keberhasilan tersebut juga dapat menjadi contoh bahwa pelaku usaha lokal dapat mengembangkan pasar apabila memiliki kapasitas produksi serta mendapatkan dukungan yang sesuai.

“Ini menunjukkan bahwa produk kita punya potensi. Tinggal bagaimana kita berikan pendampingan dan dukungan supaya semakin banyak pelaku usaha yang mampu masuk ke pasar yang lebih luas,” kata Pilar.

Ia menilai peluang tersebut perlu terus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih terarah. Pemerintah dan pihak terkait perlu mengidentifikasi produk yang memiliki potensi, sekaligus memahami hambatan yang mungkin dihadapi pelaku usaha sebelum memasuki pasar ekspor.

Entrepreneur Hub Didorong Perkuat Akses Pasar

Pilar mengatakan, pengembangan Tangerang Selatan Entrepreneur Hub perlu diarahkan pada kebutuhan nyata para pelaku usaha. Salah satunya adalah membuka akses terhadap informasi dan jaringan pasar yang dapat membantu UMKM memperluas pemasaran produknya.

“Yang harus kita identifikasi bersama, apa yang menjadi kebutuhan pelaku usaha skala mikro di UMKM kita, lalu apa potensi yang dapat dikembangkan, peluang apa yang dapat dimanfaatkan, serta hambatan apa yang harus kita selesaikan bersama,” jelasnya.

Selain memahami pasar, pelaku usaha juga perlu memperkuat kemampuan bisnis sebelum melakukan ekspansi. Pengelolaan keuangan, perhitungan margin, kapasitas produksi, hingga penggunaan pembiayaan harus diperhatikan agar ekspansi usaha tidak justru menimbulkan persoalan baru.

Pilar berharap semakin banyak pelaku UMKM Tangsel yang dapat memanfaatkan peluang pasar yang lebih luas. Dengan pendampingan yang tepat, produk lokal diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar daerah dan nasional, tetapi juga memiliki kesempatan untuk dikenal di pasar internasional.

Penguatan akses pasar tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan di Tangsel yang mampu mendukung pelaku usaha untuk berkembang sesuai kapasitas dan potensi masing-masing. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA