Logo Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang Resmi Diluncurkan, Ini Makna di Baliknya

waktu baca 3 menit
Senin, 21 Sep 2026 13:27 16 Nazwa

TANGERANG | BD Logo Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang resmi diluncurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (21/9/2026). Di balik tampilannya yang dinamis, logo tersebut memuat sejumlah unsur yang merepresentasikan identitas, budaya, kondisi geografis, hingga semangat pembangunan Kabupaten Tangerang.

Logo karya Ilham Azi Fadilah itu terpilih sebagai pemenang Lomba Cipta Karya Logo HUT ke-394 Kabupaten Tangerang. Konsep visualnya mengangkat tema “Terus Bergerak Semakin Berdampak” yang diterjemahkan melalui bentuk obor dengan api yang sedang berkobar.

Setiap elemen dalam logo memiliki makna tersendiri. Angka tiga, sembilan, dan empat yang membentuk angka 394 tidak hanya menjadi penanda usia Kabupaten Tangerang, tetapi juga membawa sejumlah simbol yang berkaitan dengan daerah tersebut.

Angka 3 Mengangkat Kearifan Lokal

Angka tiga pada logo terinspirasi dari batik Kacang Benih Cisoka. Elemen tersebut menjadi representasi kearifan lokal dan budaya Kabupaten Tangerang yang dituangkan ke dalam karya visual.

Ilham Azi Fadilah menjelaskan, penggunaan unsur tersebut menggambarkan semangat masyarakat untuk terus berkarya dengan tetap mengangkat identitas budaya daerah.

“Angka tiga saya ambil dari batik Kacang Benih Cisoka. Ini melambangkan semangat untuk terus berkarya dengan kearifan lokal dan budaya Kabupaten Tangerang,” ujar Ilham.

Sementara itu, angka sembilan mengambil inspirasi dari kondisi geografis Kabupaten Tangerang yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Unsur ombak yang terdapat pada bagian tersebut menggambarkan karakter yang dinamis dan terus bergerak.

Makna tersebut juga dikaitkan dengan pembangunan Kabupaten Tangerang yang diharapkan terus berjalan serta memberikan dampak bagi masyarakat.

Angka 4 Terinspirasi Ayam Wareng

Makna berbeda terdapat pada angka empat. Elemen tersebut terinspirasi dari ayam wareng yang disebut sebagai satwa endemik Kabupaten Tangerang.

Dalam konsep logo, ayam wareng menjadi simbol karakter masyarakat Tangerang yang lincah, gesit, tegas, dan berani untuk terus maju serta bertumbuh.

“Untuk angka empat, saya terinspirasi dari ayam wareng yang merupakan satwa endemik Kabupaten Tangerang. Ayam wareng ini melambangkan masyarakat Tangerang yang lincah, gesit, tegas, dan berani untuk terus maju dan bertumbuh,” katanya.

Ketiga angka tersebut kemudian dipadukan dengan bentuk api yang dinamis. Visual tersebut menjadi gambaran semangat Kabupaten Tangerang yang terus tumbuh dan memiliki energi untuk bergerak maju.

Cahaya Api Bermakna Pembangunan Inklusif

Selain bentuk angka dan api, cahaya yang memancar ke berbagai arah juga menjadi bagian penting dari filosofi logo.

Cahaya tersebut menggambarkan pembangunan yang inklusif. Maknanya, pembangunan di Kabupaten Tangerang diharapkan tidak hanya berpusat pada aspek tertentu, tetapi dapat memberikan manfaat dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Jadi, dari keseluruhan elemen itu saya ingin menggambarkan semangat Kabupaten Tangerang yang terus bergerak, terus tumbuh, dan memberikan dampak bagi masyarakat,” tutur Ilham.

Logo tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus membawa pesan mengenai semangat daerah untuk terus bergerak dan menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA