Lurah Cipayung Apresiasi Bank Sampah Yes Nerada yang Konsisten Kelola Sampah Berbasis Warga

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Des 2025 17:29 140 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Program Bank Sampah Yes Nerada yang berlokasi di Perumahan Nerada, RW 10, terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.

Selama sembilan tahun berjalan, Bank Sampah Yes Nerada menjadi salah satu motor penggerak perubahan pola pengelolaan sampah di lingkungan permukiman.

Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, menyebut Bank Sampah Yes Nerada sebagai kebanggaan wilayah sekaligus contoh konsistensi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurutnya, semangat para pengurus tidak pernah surut sejak bank sampah tersebut berdiri.

“Ini membawa nama Cipayung, kecamatan, dan tentu saja Kota Tangerang Selatan. Alhamdulillah, pencapaian yang luar biasa,” ujar Dini, Rabu (17/12/2025).

Prestasi Bank Sampah Yes Nerada juga mendapat pengakuan secara nasional. Pada 2023, bank sampah ini berhasil meraih peringkat ke-8 nasional dalam lomba bank sampah tingkat Indonesia yang digelar di Padang. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi RW lain di wilayah Cipayung.

Dini menambahkan, bank sampah memiliki manfaat besar karena mampu mengubah barang yang dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang bermanfaat. Nilainya tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan.

“Melalui bank sampah, semua jadi bernilai. Ini solusi penanganan sampah dari rumah tangga, dimulai dari rumah kita sendiri,” jelasnya.

Ketua RW 10 Nerada, Mamik Rahayu, mengungkapkan bahwa membangun kesadaran warga untuk mengelola sampah membutuhkan proses edukasi yang panjang dan konsisten.

“Sekarang manfaatnya benar-benar terasa, baik untuk lingkungan maupun perubahan kebiasaan warga sehari-hari,” kata Mamik.

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Yes Nerada, Meta Yogandiri, menjelaskan bahwa pengelolaan bank sampah didukung oleh 10 pengurus aktif. Dari sekitar 300 kepala keluarga, sebanyak 150 di antaranya telah menjadi nasabah. Selain itu, 20–30 warga terlibat dalam pengelolaan sampah organik melalui program maggot.

Menurut Meta, Bank Sampah Yes Nerada telah berjalan secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan RW. Selain mampu mengurangi volume sampah, penerapan ekonomi sirkular juga diwujudkan melalui investasi hasil pengelolaan sampah ke dalam tabungan emas binaan Pegadaian.

“Saat ini sudah terkumpul sekitar tujuh gram emas. Ini membuktikan bahwa sampah bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA