Mendikdasmen dan PWI Bahas Penguatan Literasi serta Pendidikan Jurnalistik

waktu baca 4 menit
Kamis, 8 Okt 2026 12:38 11 Nazwa

JAKARTA | BD — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) membahas penguatan literasi dan pendidikan jurnalistik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan menulis, berpikir, serta menyampaikan gagasan di kalangan pelajar dan masyarakat.

Pembahasan tersebut berlangsung saat Abdul Mu’ti berkunjung ke Kantor PWI Pusat di lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Kunjungan itu dilakukan dalam rangka menjadi narasumber program siniar PWI Channel.

Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu’ti bertemu dengan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto, serta jajaran pengurus PWI Pusat.

Abdul Mu’ti mengatakan jurnalistik tidak sekadar berkaitan dengan penyampaian informasi. Menurutnya, aktivitas jurnalistik juga mengandung proses pembelajaran yang dapat membantu pelajar mengembangkan kemampuan menulis dan menyampaikan gagasan.

“Jurnalistik itu kan juga di dalam itu ada ilmu, memberikan sesuatu tidak sekadar mengabarkan. Tapi juga tadi, mencerahkan, mendidik, dan sebagainya,” kata Abdul Mu’ti.

Karena itu, ia membuka peluang agar jurnalistik dikembangkan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk mengenal jurnalistik sekaligus mengasah kemampuan menulis.

“Kalau bisa misalnya, jurnalistik itu masuk ekstrakurikuler, bagus juga kan. Nah, itu kalau bisa kan kita lebih banyak punya karya wartawan,” ujarnya.

Selain pendidikan jurnalistik, Abdul Mu’ti mendorong PWI dan media ikut memperkenalkan profesi wartawan kepada pelajar. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan wawasan mengenai pilihan profesi secara lebih luas sejak dini.

“Saya berharap agar media termasuk lembaga seperti PWI ini dapat menumbuhkan minat para pelajar di Indonesia untuk memilih wartawan sebagai profesi. Memang ini tidak selalu mudah, tapi saya kira tetap itu harus kita lakukan. Pilihan profesi itu harus kita berikan sebanyak mungkin kepada anak-anak kita,” kata Abdul Mu’ti.

Ia juga menilai peningkatan standar profesionalisme menjadi salah satu tantangan dalam profesi wartawan saat ini. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik perlu terus dilakukan.

Abdul Mu’ti turut membagikan pengalamannya berinteraksi dengan wartawan selama menjalankan tugas sebagai menteri. Ia mengatakan komunikasi dengan awak media tetap dijaga dan tidak dibatasi.

“Alhamdulillah, selama saya jadi menteri tidak pernah berjarak dengan wartawan,” ujarnya.

Menurut Abdul Mu’ti, peningkatan kualitas jurnalistik merupakan tanggung jawab bersama. Ia menilai keberadaan wartawan tetap penting karena memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Nah, ini yang memang tugas kita bersama-sama. Tapi sebagai sebuah profesi ini sangat mulia dan sangat kita perlukan. Eksistensi PWI ini juga sangat penting, semua wartawan yang menyampaikan informasi mempunyai peran,” katanya.

PWI Dorong Literasi dan Kemampuan Menulis

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyambut baik kunjungan Abdul Mu’ti dan berharap pertemuan tersebut menjadi awal penguatan sinergi antara PWI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Terima kasih sudah silaturahmi ke PWI. Diharapkan bisa sinergi,” kata Akhmad Munir.

Menurut Akhmad Munir, sinergi tersebut dapat diarahkan pada penguatan literasi dan kemampuan menulis, termasuk bagi para guru. Program literasi dan menulis dinilai dapat dikembangkan secara lebih luas hingga berbagai daerah di Indonesia.

“Literasi, menulis untuk guru bisa dilakukan untuk seluruh Indonesia,” ujarnya.

Akhmad Munir mengatakan PWI memiliki fungsi pendidikan yang dapat melengkapi agenda peningkatan kualitas pendidikan. Selain mendorong literasi di tengah masyarakat, PWI juga menjalankan fungsi pendidikan bagi wartawan melalui peningkatan kompetensi.

“PWI juga tugasnya pendidikan. Dari 10 tugas, 9 poin tentang pendidikan,” katanya.

Ia menyebut jumlah anggota PWI saat ini kurang lebih 40 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ribu wartawan telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Anggota PWI kurang lebih 40 ribu, sekitar 20 ribu sudah mengikuti UKW. UKW merupakan bagian pendidikan agar wartawan memiliki standar kompetensi,” kata Akhmad Munir.

Pada kesempatan tersebut, Akhmad Munir juga menyerahkan buku profil biografi Ketua Umum PWI Pusat berjudul Langkah Sunyi Menuju Puncak kepada Abdul Mu’ti. Penyerahan buku tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan sekaligus bentuk apresiasi dan penguatan hubungan antara PWI dan Kemendikdasmen. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA