Peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V LDTQN Pondok Pesantren Suryalaya berfoto bersama usai sidang nasional di Tasikmalaya, Selasa (28/4/2026). Forum ini menetapkan peta jalan dakwah 2026–2046 yang menitikberatkan sinergi kecerdasan buatan (AI), sertifikasi mubalig, dan penjagaan kemurnian sanad sufi. (Foto: Ist)TASIKMALAYA | BD – Menuju 2046, Lembaga Dakwah Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya menetapkan peta jalan dakwah jangka panjang melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V yang digelar pada Selasa, 28 April 2026.
Rakernas ini menjadi momentum strategis untuk menentukan arah gerak organisasi selama dua dekade ke depan, sekaligus menjawab tantangan disrupsi digital dan krisis moral global. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dewan Pembina LDTQN, KH. Ahmad Masykur Firdaus Arifin, S.I.Kom.
Ketua Steering Committee (SC) Rakernas V, Nana Suryana, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa forum ini merupakan titik awal perumusan Roadmap Dakwah TQN Suryalaya 2026–2046. Peta jalan tersebut dirancang dalam empat fase strategis menuju visi besar Peradaban Sufistik Global 2045.
Dalam pidato arahannya, Ketua Umum DPP LDTQN, Dr. Muhamad Kodir, M.Si., menekankan pentingnya kesatuan langkah dalam mengawal implementasi roadmap tersebut.
“Mari kita jadikan Rakernas V ini sebagai momentum untuk menyatukan langkah, mengokohkan amaliah, dan memperkuat khidmah kepada Guru Agung. Kita harus bergerak kompak, terpadu, terencana, dan berkelanjutan demi terwujudnya peradaban sufistik global,” tegasnya di hadapan ratusan peserta.
Rakernas V menghasilkan sejumlah keputusan strategis. Di antaranya, penerapan sertifikasi mubalig TQN Suryalaya secara berjenjang guna menjaga kemurnian sanad ajaran Pangersa Abah Anom. Selain itu, organisasi juga akan mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan platform digital dalam sistem pembinaan umat.
Dalam sambutan pembukaannya, KH. Ahmad Masykur Firdaus Arifin menegaskan bahwa LDTQN merupakan wasilah dakwah yang harus dijaga amanahnya.
“LDTQN adalah jalan untuk menyampaikan ajaran suci ini kepada dunia. Saya instruksikan kepada seluruh pengurus untuk menjaga amanah Guru dengan sebaik-baiknya, serta memastikan program mampu menyentuh akar rumput dan membentuk masyarakat yang cageur bageur, lahir dan batin,” pesannya.
Secara eksternal, LDTQN berkomitmen mengarusutamakan nilai-nilai Tanbih sebagai solusi atas krisis spiritual global, sekaligus memperkuat kemitraan dengan institusi pemerintah dan jejaring internasional. Langkah ini diarahkan untuk menghadirkan model pembinaan TQN Suryalaya sebagai representasi Islam moderat di tingkat global.
Rakernas ditutup dengan penandatanganan dan penyerahan dokumen hasil sidang oleh Ketua SC kepada Ketua Umum, yang selanjutnya dilaporkan kepada Dewan Pembina sebagai dasar kebijakan strategis organisasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPP LDTQN, Dewan Pakar, pengurus wilayah, serta perwakilan dari berbagai daerah dan luar negeri yang berkomitmen mengawal visi dakwah 20 tahun ke depan. (NS)
Tidak ada komentar