Kegiatan edukasi yang dilaksanakan di lingkungan sekolah ini menjadi bagian dari program go to school KPA Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, dan bahaya narkoba. (Foto: Ist)TANGERANG | BD — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk menyosialisasikan kesehatan reproduksi (Kespro), pencegahan HIV/AIDS, serta bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) kepada siswa baru SMA/SMK sederajat di Kabupaten Tangerang.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya edukatif dan preventif untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV sejak awal memasuki lingkungan sekolah. Langkah ini diharapkan mampu membentuk perilaku hidup sehat sekaligus menekan berbagai risiko yang mengancam kalangan remaja.
Koordinator Program KPA Kabupaten Tangerang, Eko Darmawan, mengatakan masa transisi dari SMP ke SMA/SMK merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan pengambilan keputusan bagi remaja.
“Kami tidak ingin anak-anak kita terjebak dalam ketidaktahuan. Edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang benar, pemahaman yang tepat tentang penularan HIV, serta ketegasan untuk menjauhi NAPZA merupakan bekal penting agar mereka mampu menjaga diri selama menempuh pendidikan,” ujar Eko, Jumat (17/7/2026).
Program tersebut mendapat dukungan dari KCD Pendidikan Wilayah Kabupaten Tangerang yang mendorong sekolah-sekolah binaan Pemerintah Provinsi Banten menjadikan edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan HIV/AIDS, dan bahaya NAPZA sebagai bagian dari agenda MPLS.
Pada Kamis (16/7/2026), kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara serentak di SMA Negeri 31 Kabupaten Tangerang, SMA Negeri 8 Kabupaten Tangerang, SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang, dan SMK Negeri 6 Kabupaten Tangerang.
Dalam pemaparannya, tim penyuluh KPA Kabupaten Tangerang memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja, perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, serta pentingnya menjaga perilaku yang sehat dan bertanggung jawab.
Materi juga mencakup pemahaman mengenai HIV/AIDS, meliputi cara penularan, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Upaya pencegahan disampaikan melalui pendekatan ABCD-E, yaitu Abstinence, Be Faithful, Condom, No Drugs, dan Education.
Selain itu, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, termasuk dampak kesehatan, ancaman pidana, serta risiko penularan HIV akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian.
Dengan metode penyampaian yang interaktif, KPA Kabupaten Tangerang berharap para siswa mampu memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menjauhi narkoba, serta menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini.
Program edukasi melalui kegiatan go to school akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menekan angka kasus baru HIV dan penyalahgunaan NAPZA di kalangan remaja di Kabupaten Tangerang. (*)
Tidak ada komentar