PBFI Tangsel Gelar Seleksi Final Atlet Jelang Porprov Banten 2026, Target 6 Medali Emas

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Apr 2026 18:59 22 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD – Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar tahap seleksi akhir untuk menentukan atlet yang akan tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026. Proses ini menjadi penentu setelah para atlet menjalani rangkaian latihan dalam beberapa waktu terakhir.

Ketua PBFI Tangsel, Firman, menyampaikan bahwa hasil seleksi ini akan menentukan atlet terbaik, terutama mereka yang mampu menembus posisi enam besar di setiap kelas, untuk diprioritaskan memperkuat kontingen Tangsel.

“Ini adalah tahap akhir seleksi. Atlet yang masuk enam besar akan kami utamakan untuk berlaga di Porprov 2026,” ujarnya di Gedung KONI Tangsel, Selasa (21/4/2026).

Seleksi yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti sekitar 10 hingga 12 atlet dari berbagai kategori. Para peserta berasal dari sejumlah klub, baik dari dalam maupun luar wilayah Tangsel.

PBFI Tangsel menargetkan capaian maksimal dalam ajang tersebut, dengan minimal empat medali emas dan peluang meningkat hingga enam emas, sekaligus membidik gelar juara umum cabang binaraga.

“Target minimal empat emas, semoga bisa mencapai enam. Target utamanya tentu menjadi juara umum,” katanya.

Dengan waktu persiapan sekitar enam bulan menuju Porprov yang dijadwalkan pada November 2026, PBFI Tangsel terus mematangkan kesiapan atlet.

Pelatih tim, Toni, menekankan bahwa selain latihan intensif, pengaturan pola makan dan asupan nutrisi menjadi faktor krusial dalam menunjang performa atlet.

“Latihan pasti ditingkatkan, tapi pola makan dan nutrisi juga sangat menentukan. Atlet harus paham apa yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam mencapai hasil optimal. Dengan kondisi saat ini, pihaknya optimistis peluang meraih juara umum cukup terbuka.

“Kami optimistis. Semua harus maksimal, mulai dari atlet, pelatih, hingga dukungan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, atlet binaraga Tangsel, Iwan Setiawan, memandang Porprov sebagai ajang pemanasan sebelum tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia yang bertanding di kelas 70 kilogram akan mengikuti dua kategori, yakni binaraga dan body fitness.

Berbekal pengalaman sejak PON 2010, Iwan menyebut persiapan menuju kompetisi biasanya memakan waktu sekitar 4 hingga 5 bulan. Meski belum meraih medali emas di PON, ia kerap menembus babak final dan kini menargetkan hasil terbaik.

“Porprov ini sebagai pemanasan. Untuk PON, targetnya tentu emas,” ujarnya.

Di level daerah, ia optimistis Tangsel mampu meraih gelar juara umum dengan perolehan sekitar 4 sampai 8 medali emas. Namun, ia mengakui masih ada beberapa kelas yang belum memiliki komposisi atlet yang ideal.

Menurutnya, keberhasilan di cabang binaraga tidak hanya ditentukan oleh latihan, tetapi juga disiplin dalam menjaga pola makan. Bahkan, saat masa diet, ia mengonsumsi hingga dua kilogram dada ayam per hari tanpa tambahan garam dan gula.

Dari sisi fasilitas, ia menilai peralatan gym sudah cukup memadai. Namun, dukungan terkait nutrisi dan suplemen masih perlu ditingkatkan. Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi atlet, seiring meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap fitness setelah pandemi.

“Minat sekarang meningkat, event juga makin ramai. Tinggal pembinaan yang harus lebih dimaksimalkan,” tutupnya. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA